ALASAN : Kalo pake hijab, nanti kecantikannya ketutup donk, terus laki-
laki yang ingin melihat wajah asli kita, akan menahan nafsunya, kalo
terus ditahan nafsunya itu bisa meledak dan ia melampiaskannya dengan
melakukan pelecehan! Nah, pemecahannya khan, ya kita harus buka hijab,
bener gak ?
JAWAB: Seandainya jalan pemecahan itu benar, tentu Amerika dan negara-
negara barat akan menjadi negara yang paling kecil kasus perkosaan dan
pelecehan terhadap wanita di dunia. Namun pada kenyataannya tidak
demikian, bahkan menurut buku "Crime in USA" terbitan FBI, dikatakan
bahwa setiap enam menit sekali terjadi kasus pemerkosaan disana. Ihhh
seremm…
Jadi, Kepada orang yang masih mempertahankan dan meyakini kebenaran
alasan tersebut, kita bisa mencari jawaban atas kesalahan mereka
melalui 3 hal: Pertama, berbagai data statistik telah mendustakan cara
pemecahan yang mereka tawarkan; Kedua, hasrat seksual terdapat pada
masing-masing pihak, pria dan wanita; Ketiga, yang membangkitkan nafsu
seksual laki-laki adalah tatkala ia melihat kecantikan wanita, baik
wajah, atau anggota tubuh lain yang mengundang syahwat. Jadi itu bukan
alas an lagi, OK
KE-2 : BELUM MANTAP DENGAN HATI
ALASAN : Khan berhijab itu harus dengan hati bicaranya, Ya, kalo
misalnya kata hati saya belum mantap untuk berhijab, gimana?
JAWAB: Ukhti yang berdalih dengan alasan ini hendaknya bisa membedakan
antara dua hal. Yakni antara perintah Allah dengan perintah manusia.
Jika perintah itu datangnya dari manusia, maka bisa salah dan bisa
benar. Adapun jika perintah itu dari Allah, maka tidak ada alasan bagi
manusia untuk mengatakan "saya belum mantap". Bila ia masih mengatakan
hal itu dengan penuh keyakinan bisa saja dikatakan bahwa
keislamannnya juga belum mantap dan itu melanggar ajaran Allah,
padahal ia mengetahui perintah tersebut dari Allah, maka hal tersebut
bisa menyeretnya pada bahaya yang sangat besar, yakni keluar dari
agama Allah, sementara dia tidak menyadarinya. Sebab dengan begitu
berarti ia tidak percaya dan meragukan kebenaran perintah tersebut.
Perintah untuk berhijab/ kerudung (QS: Al-Ahzab: 59)
KE-3 : ALLAH BELUM MEMBERIKU HIDAYAH
TANYA: Sebenarnya aku sich pengen banget pake hijab, tapi kalo Allah
belum memberiku hidayah. Aku mesti gimana?
JAWAB: Ukhti yang berdalih seperti ini telah terperosok dalam
kekeliruan yang nyata. Kami ingin bertanya: "Bagaimana kamu tahu bahwa
Allah belum memberimu hidayah?" Jika jawabannya, "Aku tahu", maka ada
satu dari dua kemungkinan: Pertama, dia mengetahuinya dari ilmu ghaib,
sehingga ia tahu apa yang ada di dalam kitab yang tersembunyi (Lauhul
Mahfuzh). Dia pasti mengetahui pula bahwa dirinya termasuk orang-orang
yang celaka dan bakal masuk Neraka. Kedua, ada makhluk lain yang
mengabarkan tentang nasib dirinya, bahwa dia tidak termasuk wanita
yang mendapatkan hidayah. Mungkin bisa jadi yang memberitahu itu
malaikat, jin atau pun manusia. Namun, ketika jawaban tadi tidak ada
pada dirinya, bagaimana dia tahu Allah belum memberi hidayah?
Hidayah itu datangnya dari Allah, namun kita wajib
berusaha untuk mendapatkannya. Tanpa ada usaha tidak mungkin ada
hasil. Oleh karena itu, kalo masih beralasan seperti ini, itu tidak
masuk akal. Berusahalah untuk mendapatkan hidayah itu.
KE-4 : TAKUT TIDAK LAKU NIKAH
ALASAN : Saya takut, kalau saya pake hijab, nanti nggak laku nikah.
Cowok khan biasanya suka liat fisiknya dulu, wajahnya,
rambutnya, bodinya, segalanya dech! gimana tuch?
JAWAB: Kecantikan memang merupakan salah satu sebab pokok dalam
pernikahan, tetapi ia bukan segalanya sebab. Rosul pernah bersabda,
bahwa wanita dinikahi karena 4 hal: kecantikannya, hartanya, keturunan
dan agamanya. Tapi yang menjadi prioritas adalah agamanya.
Kaum laki-laki tidak hanya melihat unsur kecantikan semata, tetapi ada
hal lain yang menyatu dengan kecantikan yaitu sholeha yang dijadikan
pertimbangan dalam memilih isteri. Bisa jadi sikap gadis yang biasa
memperlihatkan aurat -yang dimaksudkan untuk menawan hati pria-
menjadi bumerang bagi dirinya. Bisa saja tindakan itu malah membuat
para pemuda enggan menikahinya. Sebab mungkin para pemuda beranggapan,
jika wanita tersebut berani melanggar perintah Allah berhijab, tidak
menutup kemungkinan dia akan berani melanggar perintah lain bahkan
suami. Karena setan memiliki banyak kiat. Meskipun terkadang kenyataan
yang ada tidak selalu sesuai dengan pendapat ini, tetapi memang
begitulah keadaan mayoritas pemuda kita di zaman sekarang. Pemuda yang
menyunting gadis ber-hijab, namanya akan menjadi harum, meskipun ia
sendiri tidak termasuk orang-orang yang dinilai ta'at menjalankan
perintah agama.
KE-5 : BELUM DEWASA
ALASAN: Saya belum cukup umur untuk dihijab, hijab khan khusus untuk
orang dewasa!
JAWABAN: Kebanyakan berpendapat bahwa kedewasaan seorang gadis dimulai
saat berumur 20 tahun. Dan menganggap yang dibawah 20 tahun itu masih
anak-anak meskipun ia sudah haid. Padahal itu adalah pendapat yang
keliru. Dalam Islam kewajiban seorang wanita untuk menjalankan
perintah Allah adalah ketika ia sudah baligh (sudah haid dalam usia 9
tahun, atau sempurna umurnya 15 tahun), maka ketika ia sudah baligh,
ia juga bisa dibilang dewasa dan sudah ada kewajibannya untuk
berhijab. Jadi tidak ada alasan lagi kalo usia sudah renta tapi masih
bilang belum dewasa. Dan apakah kamu bisa menjamin umurmu masih
panjang? Coba bayangkan, banyak khan teman-teman kita yang masih belia
tapi sudah mendahului kita. Makanya buruan dech kamu pada insyaf.
KE-6 : GAYA, MENGHALANGI BERHIAS DAN BUKAN HIJAB
ALASAN : Ach, banyak ko wanita yang berhijab malah dia lebih parah
dalam melanggar ajaran agama, misalnya pacaran dan ia menggunakan
hijab hanya untuk gaya, lalu kalo nanti saya berhijab kecantikan saya
tidak bisa dilat orang donk!
JAWABAN : Hijab memang bukan segi penilaian baik buruknya seorang
wanita, namun dengan berhijab setidaknya orang tidak akan berburuk
sangka kepadanya dan cowok juga tidak akan berani menganggunya. Itu
sudah jaminan Allah (coba buka QS. Al-Ahzab: 59) jadi sebaiknya
mengenakan hijab itu bukan untuk mode atau gaya, tapi semata-mata
karena Allah dan kita mesti merasa yakin untuk berhijab karena itu
memang sudah menjadi keharusan. Kalo itu sudah dilaksanakan, maka kita
akan merasa hidup ini teratur dengan aturan Allah tidak seenaknya. Ia
tidak akan berani melanggar perintah Allah termasuk pacaran dan lain-
lain.
Lalu, terlebih dulu patut kita pertanyakan: "Untuk siapa engkau pamer
aurat? Untuk siapa engkau berhias?" Jika jawabannya: "Aku memamerkan
tubuhku dan bersolek agar semua orang mengetahui kecantikan dan
kelebihan diriku," maka kembali kita perlu bertanya: "Apakah kamu
rela, kecantikanmu itu dinikmati oleh orang yang dekat dan yang jauh
darimu?" "Relakah kamu menjadi barang dagangan yang murah, bagi semua
orang, baik yang jahat maupun yang terhormat?" "Bagaimana engkau bisa
menyelamatkan dirimu dari mata para serigala yang berwujud manusia?".
"Maukah, jika dirimu dihargai serendah itu?"
Saudariku, engkau amat mahal dan berharga sekali. Pernahkah terlintas
dalam benakmu, bagaimana seorang pembeli membolak-balik barang yang
ingin dibelinya? Jika ia tertarik dan berniat membelinya, ia akan
meminta kepada sang penjual agar ia diambilkan barang baru sejenis
yang masih tersusun di atas rak. Ia ingin agar yang dibelinya adalah
barang yang belum pernah tersentuh oleh tangan manusia.
Renungkanlah perumpamaan ini baik-baik. Dari sini, engkau akan tahu
betapa berharganya dirimu, yakni jika engkau menyembunyikan apa yang
harus engkau sembunyikan sesuai dengan perintah Allah kepadamu.
SAUDARIKU,
ALASAN APALAGI YANG MENGHALANGIMU UNTUK BERHIJAB ???
KALU BUKAN HARI INI, MAU KAPAN LAGI?
DAN APA BESOK KITA MASIH HIDUP DI DUNIA INI ??? RENUNGKANLAH !
Oleh: Hari Guntara
Semoga kita semua mendapat bimbingan dan karunia dari Allah SWT. Amien
Tidak ada komentar:
Posting Komentar