Selasa, 15 Desember 2009

Ketika Wanita Menggoda

Allah ta'ala telah menganugerahkan kepada kaum wanita keindahan yang
membuat kaum lelaki tertarik kepada mereka. Namun syariat yang suci ini
tidak memperkenankan keindahan itu diobral seperti layaknya barang dagangan
di etalase atau di emperan toko. Tapi kenyataan yang kita jumpai sekarang
ini wanita justru menjadi sumber fitnah bagi laki-laki. Di jalan-jalan, di
acara TV atau di VCD para wanita mengumbar aurat seenaknya bak kontes
kecantikan yang melombakan keindahan tubuh, sehingga seolah-olah tidak ada
siksa dan tidak kenal apa itu dosa. Benarlah sabda Rasulullah yang mulia
dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, di mana beliau
bersabda, *"Tidak pernah kutinggalkan sepeninggalku godaan yang lebih besar
bagi kaum lelaki daripada wanita." *(HR. Bukhari Muslim)

Ya, begitulah realitasnya, wanita menjadi sumber godaan yang telah banyak
membuat lelaki bertekuk lutut dan terbenam dalam lumpur yang dibuat oleh
syaitan untuk menenggelamkannya. Usaha-usaha untuk menggoda bisa secara
halus, baik disadari maupun tidak, secara terang-terangan maupun berkedok
seni. Tengoklah kisah Nabi Allah Yusuf *'alaihis salam *tatkala istri
pembesar Mesir secara terang-terangan menggoda Beliau untuk diajak melakukan
tindakan tidak pantas. Nabi Yusuf pun menolak dan berkata,* "Aku berlindung
kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukanku dengan baik."* (QS.
Yusuf: 23)

Muhammad bin Ishaq menceritakan, As-Sirri pernah lewat di sebuah jalan di
kota Mesir. Karena tahu dirinya menarik, wanita ini berkata, "Aku akan
menggoda lelaki ini." Maka wanita itu membuka wajahnya dan memperlihatkan
dirinya di hadapan As-Sirri. Beliau lantas bertanya, "Ada apa denganmu?"
Wanita itu berkata, "Maukah anda merasakan kasur yang empuk dan kehidupan
yang nikmat?" Beliau malah kemudian melantunkan syair,"Berapa banyak
pencandu kemaksiatan yang mereguk kenikmatan dari wanita-wanita itu, namun
akhirnya ia mati meninggalkan mereka untuk merasakan siksa yang nyata.
Mereka menikmati kemaksiatan yang hanya sesaat, untuk merasakan
bekas-bekasnya yang tak kunjung sirna. Wahai kejahatan, sesungguhnya Allah
melihat dan mendengar hamba-Nya, dengan kehendak Dia pulalah kemaksiatan itu
tertutupi jua." (*Roudhotul Muhibbin wa Nuzhatul Musytaqin*, karya Ibnul
Qayyim)

Perhatikanlah bagaimana Rasulullah telah mewanti-wanti kepada kita sekalian
lewat sabda beliau, *"Hati-hatilah pada dunia dan hati-hatilah pada wanita
karena fitnah pertama bagi Bani Isroil adalah karena wanita."* (HR. Muslim)
Kini, di era globalisasi, ketika arus informasi begitu deras mengalir,
godaan begitu gampang masuk ke rumah-rumah kita. Cukup dengan membuka surat
kabar dan majalah, atau dengan mengklik tombol *remote control*, godaan pun
hadir di tengah-tengah kita tanpa permisi, menampilkan wanita-wanita yang
berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok memamerkan aurat yang
semestinya dijaga.

Lalu, sebagian muslimah ikut-ikutan terbawa oleh propaganda gaya hidup
seperti ini. Pakaian kehormatan dilepas, diganti dengan pakaian-pakaian
ketat yang membentuk lekuk tubuh, tanpa merasa risih. Godaan pun semakin
kencang menerpa, dan pergaulan bebas menjadi hal biasa. Maka, kita perlu
merenungkan dua bait syair yang diucapkan oleh Sufyan Ats-Tsauri:
"Kelezatan-kelezatan yang didapati seseorang dari yang haram, toh akan
hilang juga, yang tinggal hanyalah aib dan kehinaan, segala kejahatan akan
meninggalkan bekas-bekas buruk, sungguh tak ada kebaikan dalam kelezatan
yang berakhir dengan siksaan dalam neraka."

Seorang ulama yang masyhur, Ibnul Qayyim pun memberikan nasihat yang sangat
berharga: "Allah *Subhanahu wa ta'ala* telah menjadikan mata itu sebagai
cerminan hati. Apabila seorang hamba telah mampu meredam pandangan matanya,
berarti hatinya telah mampu meredam gejolak syahwat dan ambisinya. Apabila
matanya jelalatan, hatinya juga akan liar mengumbar syahwat…"

*Wallahul Musta'an*.

***

Penulis: Abu Harun Aminuddin
Artikel www.muslim.or.id

Rabu, 25 November 2009

Menembus Waktu

Jika Anda kembali ke masa lalu dan bertemu dengan kedua orang tua saat
masih muda, niscaya Anda tidak dapat mencegah atau menggagalkan
kelahiran Anda. Tapi jika tidak sengaja melakukannya, mungkin hal
tersebut bisa saja terjadi. Suatu model kuantum dapat menerangkan hal
tersebut.

Para ilmuwan berspekulasi bahwa perjalanan menembus waktu dapat
dilakukan dengan suatu lingkaran umpan balik di mana mengembalikan
gerakan mungkin dilakukan. Tapi hanya bisa mengulangi jalan yang telah
dilalui hingga saat ini. Dengan kata lain, Anda dapat kembali ke masa
lalu dan berjalan-jalan, tapi jangan berharap dapat melakukan sesuatu
yang akan merubah masa depan yang Anda tinggalkan sebelumnya.

Ahli fisika Daniel Greenberger dari City University of New York dan
Karl Svozil dari Vienna University of Technology dari Austria
menunjukkan sifat-sifat teori kuantum yang memastikan bahwa perjalanan
menembus waktu tidak dapat merubah keadaan saat ini, meskipun misalnya
seseorang berhasil kembali ke masa lalu.

Walau berdasarkan hukum fisika memungkinkan dilakukannya perjalanan
menembus waktu, konsep tersebut sarat dengan kontradiksi. Yang
membingungkan, jika Anda kembali ke masa lalu, berarti ada kemungkinan
dapat melakukan sesuatu untuk merubah keadaan saat ini. Dengan
melakukan perubahan tersebut sama saja menggagalkan arti perjalanan ke
masa lalu sebab yang menjadi patokan adalah keadaan saat ini. Jika
perubahan dapat dilakukan, berarti ada kemungkinan dua keadaan 'saat
ini.' Inilah paradoks yang dimaksud.

Kesimpulannya ada dua pilihan, perjalanan menembus waktu tidak mungkin
dilakukan atau sesuatu mencegah terjadinya perubahan.

Bagi kita, pilihan yang pertama lebih masuk akal. Tapi teori
relativitas umum Eistein menjadi pijakan ilmuwan untuk mempercayai
kemungkinan yang kedua.

Sesuai pendapat Einstein, ruang waktu dapat kembali dengan sendirinya.
Sehingga, secara teori memungkinkan seseorang untuk bertemu dengan
dirinya yang masih muda di masa lalu.

Sebuah tim beranggotakan para ahli fisika dari AS dan Austria
mengatakan bahwa situasi ini dapat terjadi hanya jika terdapat
perlindungan secara fisik yang bekerja untuk melindungi keadaan saat
ini dari perubahan.

Hukum Tak Wajar

Para peneliti mengatakan bahwa pelindung ini ada karena hukum tak
wajar yaitu mekanika kuantum. Perilaku kuantum dikendalikan oleh
kemungkinan (probabilitas). Sebelum sesuatu dapat diamati, terdapat
sejumlah kemungkinan yang berhubungan dengan sebuah keadaan. Tapi
sekali saja pernyataan tersebut dapat terdefinisi, itulah satu-satunya
kemungkinan dan menggagalkan kemungkinan yang lain.

Gambarannya begini, jika Anda mengetahui keadaan saat kini, Anda tidak
dapat merubahnya. Sebagai contoh, jika ayah Anda masih hidup sekarang,
hukum kuantum alam semesta menyatakan bahwa tidak ada kemungkinan ia
mati di masa lalu. Melalui jalan yang sama, masa kini menjelaskan
semua kemungkinan di masa lalu. Karena ayah Anda masih hdup sekarang,
tidak ada kemungkinan yang menyatakan bahwa ayah Anda bisa meninggal.

"Jika tidak diketahui seseorang masih hidup sekarang, misalnya
kemungkinan hidup hingga sekarang hanya 90 persen, bisa jadi Anda
dapat membunuhnya saat kembali ke masa lalu. Tapi jika Anda mengetahui
bahwa ia masih hidup, tidak mungkin Anda dapat membunuhnya."

Dengan kata lain, kalau nantinya dapat melakukan perjalanan menembus
waktu dengan tujuan membunuh seseorang dan melihatnya sedang gembira
duduk di kursi saat ditinggalkan, tentu saja hal tersebut tidak dapat
dilakukan. Sesuatu pasti akan mencegah Anda untuk berencana
membunuhnya.

"Anda kembali untuk membunuh seseorang, tapi datang setelah ia keluar
dari ruangan dan tidak dapat menemukannya, atau Anda memang berubah
pikiran," kata profesor Greenberger menjelaskan
kemungkinan-kemungkinan yang dapat mencegah perubahan. Anda tidak akan
mampu membunuhnya karena fakta bahwa ia masih hidup sekarang akan
melawan semua keinginan Anda.

"Mekanika kuantum memang membingungkan antara sesuatu yang mungkin
terjadi dan yang telah terjadi," kata Profesor Dan Greenberegr dari
City University of New York.

Meskipun demikian, model baru yang menggunakan hukum mekanika kuantum
memecahkan masalah paradoks yang banyak diperdebatkan dalam perjalanan
ke masa lalu. Hanya saja, secara tradisional hukum tersebut tidak
dapat digunakan untuk menghitung waktu baliknya.

Sabtu, 21 November 2009

We were warned : Histeria film 2012!

Oleh : Armansyah

Histeria film "2012: We were warned" telah menyebar keseantero bumi dalam
waktu yang relatif singkat. Beranjak dari beragam fenomena dan misteri
sistem penanggalan yang ditemukan dari sisa-sisa peradaban suku Maya (yaitu
salah satu suku yang tinggal di wilayah selatan Mexico sekarang atau
semenanjung Yucatan Amerika Tengah yang berbatasan dengan Samudera Pasifik
di sebelah barat, dan Laut Karibia di sebelah timur) Guetemala telah sukses
menghantarkan film besutan sutradara Roland Emrich ini populer. Saya sendiri
dalam hal ini mengakui ikut menjadi korban dari promosi film tersebut,
bahkan saking histerianya, sempat salah nonton film dengan tajuk yang sama
tetapi berbeda tema, yaitu "2012: Doomsday", dengan pemeran utama Dale
Midkiff dan Cliff De Young.

<img src="http://www.facebook.com/photo.php?pid=2833479&op=1&view=all&subj=341337060156&aid=-1&auser=0&oid=341337060156&id=727558443">


Sejumlah arkeolog modern percaya bahwa suku Maya mempunyai peradaban yang
luar biasa pada masanya, bahkan diantaranya ada yang percaya bahwa peradaban
suku Maya dimasa lalu berada jauh diatas peradaban kita sekarang ini.
Peradaban suku Maya itu menurut para arkeolog yang mempercayai hal tersebut
bisa dilihat dari peninggalan mereka seperti buku-buku, meja-meja batu dan
cerita-cerita yang bersifat mistik.

Suku Maya sendiri diduga memiliki korelasi dengan sejumlah peradaban dibenua
Asia. Pasalnya, candi-candi yang terletak di kompleks Chichen Itza mirip
dengan candi di Asia. Bahkan, ada pula yang persis dengan yang dimiliki
Indonesia. Kompleks candi suku Maya di Chichen Itza dibangun sekitar tahun
502-522 Masehi. Ia merupakan bangunan peninggalan Suku Maya yang paling
lengkap dan terawat dengan baik. Kompleks candi ini cukup luas dan tiap
candi terpisah satu sama lain. Di tengah-tengah berdiri Candi El Castilo
yang bentuknya menyerupai piramida dengan atap terpancung. Yang
mengherankan, Candi El Castilo mirip dengan Candi Sukuh di Kabupaten
Karanganyar, Jawa tengah di sisi barat Gunung Lawu, tepatnya di Dusun Sukuh,
Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah.

Tentang keterkaitan candi Suku Maya dan Indonesia konon pernah menjadi bahan
penelitian dari Prof. Gualberto Zapata Alonzo yang melalui bukunya "An
Overview of The Mayan World" yang terbit 2002, ia menyebutkan, seni dan
kesadaran beragama Suku Maya memiliki persamaan dengan India, Indocina dan
Indonesia. Candi Tikal di Guatemala ada kesamaan dengan piramida Naksei Chan
Crong di Angkor, Kamboja. Begitu pula dengan Candi di Paleque, Meksiko.
Candi itu mirip dengan Candi Ajanata di India. Selain itu, simbol-simbol
agama dan mitos binatang Suku Maya mirip dengan di Jawa dan Indocina. Dalam
cerita Hindhu Mahabharata dan Ramayana terdapat pula suku dengan panggilan
Maya. Bahkan, pada agama Hindu terdapat dewa bernama Maya.

Akan tetapi, hal yang membuat suku Maya menjadi fenomena utama dan akar dari
film "2012: We were warned" seperti yang sempat saya singgung sebelumnya
adalah pada kalender yang dibuat oleh bangsa Maya, berakhir pada tanggal 21
Desember 2012 !

Dan menurut orang-orang yang mempercayainya, hal itu merupakan signal dari
suku Maya bila bumi sudah mencapai titik klimaks kehidupan dan booom,
terjadilah kiamat qubro alias Doomsday.

Argumen sejumlah orang tersebut lalu mendapat pembenaran dari sejumlah
analisa dan penyelidikan yang sangat subyektif dari sejumlah kalangan
ilmuwan dengan isu keberadaan planet nibiru atau planet x yang sedang
berjalan menuju kearah planet bumi kita dan bersiap menjadi alat
penghancurnya.

Menariknya, ketua suku Maya sendiri, Apolinario Chile Pixtun dan arkeolog
Meksiko, Guillermo Bernal, keduanya mencatat bahwa "histeria kiamat" dalam
film "2012: We were warned" justru bertentangan dengan dengan apa yang
sebenarnya dipahami oleh mereka sendiri. Apa yang didengung-dengungkan oleh
sejumlah orang tentang terjadinya kiamat pada tahun 2012, hanyalah sebuah
bualan dan sisipan terhadap kenyataan ramalan suku Maya.

Sebagai seorang muslim yang tahu akan eksistensi nash didalam Islam
menyangkut hari akhir, saya tidak akan menganggap serius segala teori yang
berkaitan dengan tanggal 21 Desember 2012. Entah itu yang dikemukakan
melalui berbagai film semacam "2012: We were warned" atau sejenisnya maupun
apa yang dilontarkan secara terang-terangan diluarnya. Bahwa apa yang
disebut sebagai hari kehancuran, Armageddon, Doomsday atau kiamat itu pasti
akan datang. Ini sudah menjadi ketentuan dari Allah melalui hukum alam yang
ada.

Didalam kitab suci Al-Qur'an sendiri keimanan kepada Allah hampir selalui
dikaitkan pada keimanan pada adanya hari akhir sebagaimana misalnya dalam
Al-Baqarah [2]:8, Al-Baqarah [2]:126, Al-Baqarah [2]:228, Al-Baqarah
[2]:232, Ali Imran [3] :114, An-Nisaa [4]:39], An-Nisaa [4]:59, An-Nisaa
[4]:162, At-Taubah [9]:18-19, At-Taubah [9]:44, Al-Ankaabut [29]:36,
Al-Mujaadilah [58]:22 dan masih banyak lagi ayat-ayat didalam Al-Qur'an yang
semisal. Intinya bahwa kepercayaan seorang muslim terhadap eksistensi Tuhan
memiliki korelasi yang tidak terpisahkan dengan keharusannya untuk
mempercayai akan tibanya hari kiamat itu sendiri. Dia menjadi satu kesatuan
yang utuh dan membentuk fondasi kepercayaan didalam Islam. Siapa yang
mendustakannya secara jelas dinyatakan oleh Al-Qur'an sebagai orang yang
sesat!

<img src="http://www.facebook.com/photo.php?pid=2833465&op=1&view=all&subj=341337060156&aid=-1&auser=0&oid=341337060156&id=727558443">


Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya
dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang
Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah,
malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian,
maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya. (QS. An-Nisaa' [
4]:136)

Hanya saja tinggal lagi kapan waktunya tiba, ini dia yang kita tidak bisa
mengetahuinya secara pasti. Semua orang boleh-boleh saja melakukan analisa
dan prediksi sesuai dengan disiplin ilmunya masing-masing. Akan tetapi
seperti yang juga saya tulis dalam buku "Ramalan Imam Mahdi: Akankah ia
datang pada 2012 [Serambi, 2008]" bahwa semua prediksi yang dilakukan itu
hanyalah sebatas praduga yang tidak memiliki validasi kepastian apapun.

Jangankan untuk berbicara kepastian tibanya hari kiamat, memprediksikan
tanggal dan waktu terjadinya gempa bumi saja sampai hari ini faktanya tidak
ada satu negara maju manapun yang bisa melakukannya secara akurat. Semua
bermain dalam praduga dan waktu antara (range domain) namun coba lihat gempa
di Sumatera Barat dan Tasikmalaya atau Tsunami di Aceh dan Yogya.

Sejauh ini, seluruh nash keagamaan didalam Islam yang berbicara masalah
kiamat lebih banyak kepada perujukan tanda-tanda yang akan menjadi pemicu
terjadinya hari akhir tersebut dan bukan merujuk pada tanggal maupun waktu.
Semua secara jelas dinyatakan tertutup bagi siapapun kecuali Allah semata.
Saya tidak akan membahas masalah tanda-tanda kiamat dalam versi Islam karena
memang sebenarnya ini sudah saya bahas secara detil dalam buku "Ramalan Imam
Mahdi: Akankah ia datang pada 2012 [Serambi, 2008]". Jadi bagi anda yang
ingin tahu lebih banyak mengenai ini silahkan saja membaca buku tersebut.

Oke kita kembali dulu pada pembahasan film "2012: We were warned". Secara
jujur saya kataka bahwa film ini memang menarik untuk disaksikan. Visual
effect yang disuguhkan sungguh luar biasa dan membuat film ini terasa hidup
dan mendebarkan.

Akan tetapi jika kita berbicara masalah drama atau alur cerita, dalam
pandangan saya pribadi film ini biasa saja. Datar dan bisa ditebak, tidak
ubahnya seperti film-film science fiction Hollywood lainnya. Sebut saja
Independence Day (ID4), The day after tomorrow, Armageddon, Double Impact,
war of world dan sejenisnya. Apalagi ending dari film ini tidaklah kiamat
dalam arti yang sebenarnya namun replika saja dari kejadian dijaman Nuh a.s
melalui banjir besarnya yang membentuk ulang struktur bumi dan permukaannya.

Histeria yang ditonjolkan difilm ini lebih pada penggambaran terjadinya
tsunami raksasa yang menelan seluruh isi bumi, gempa besar yang disertai
keluarnya api dari dalam bumi yang menghancurkan istana Vatikan sampai
Patung Yesus di Rio Jeneiro dan seterusnya. Saya pribadi mengacungi 4 jempol
untuk sound system dan visual effect film ini. Terlepas dari alur cerita dan
tokoh yang ditampilkannya, konten film "2012: We were warned", sangat bagus
untuk menjadi muhasabah diri setiap kita berkaitan dengan penggambaran
terjadinya hari akhir.

Memang tidak akan sama persis seperti yang disampaikan oleh kitab suci,
namun secara subyektif, film ini mampu menghadirkan imajinasi kita terhadap
dahsyatnya kejadian dihari kiamat tersebut.


--
Salamun 'ala manittaba al Huda

ARMANSYAH

Ramalan Kiamat Pasti Selalu Gagal

Sumber :
http://www.voa-islam.net/news/features/2009/11/16/1700/ramalan-ramalan-kiamat-yang-selalu-gagal/

Sepanjang sejarah, banyak sekali ramalan-ramalan tentang kiamat, tapi
semuanya gagal dan tidak pernah terbukti. Inilah beberapa daftar RAMALAN
KIAMAT yang GAGAL:

*Kiamat Tahun 1866*
Banyak penganut Kristen meyakini angka 666 adalah angka iblis, sehingga
ketika menjelang tahun 1666, tahun itu diartikan sebagai akhirnya zaman.

*Kiamat Tahun 1843*

William Miller, pendeta Advent asal Inggris mendapat pewahyuan tahun 1815,
bahwa kiamat akan terjadi tahun 1843. Penerusnya kemudian merevisi kiamat
akan terjadi tahun 1844.

*Kiamat Tahun 1870*
Penganut Kristen sekte Kesaksian Jehovah yang didirikan tahun 1870-an pernah
meramalkan bahwa dunia akan kiamat pada 1914.
Namun, begitu lewat tahun 1914, mereka hanya mengatakan 'tidak lama lagi'.

*Kiamat November/Oktober 1982*
Pada akhir tahun 1976, Pat Robertson memprediksi bahwa akhir dunia akan
datang pada bulan November atau Oktober 1982. Dalam siaran Mei 1980 dari The
700 Club, ia menyatakan, "Saya menjamin Anda pada akhir tahun 1982 akan
menjadi hari penghakiman pada dunia."

*Kiamat 9 September 1999*
Sang "Imam Mahdi" Syamsuri pernah meramalkan bahwa 9 September 1999 adalah
hari kiamat. Ratusan orang diajak ke padepokannya menyambut kiamat tepat
pukul 09.00 WIB. Sebelum ramalan itu terwujud, ia malah diciduk polisi. Palu
hakim menghukumnya 11 bulan penjara.
Begitu ramalan kiamatnya pada 9-9-1999 meleset, dia berkilah. "Kiamat tetap
akan terjadi dalam waktu dekat ini," katanya. Setelah kiamat, orang-orang
terpilih yang masih hidup. Kakek 15 cucu inilah yang bakal memimpin mereka.
Itu sebabnya, dia tetap menunggu kiamat, sambil mengurus kebun jeruk di
belakang rumahnya.(GATRA, Jumat 14 November 2003).

*Kiamat 31 Desember 1999*
Joseph Kibwetere dari Uganda (Afrika), pendiri The Movement for the
Restoration of the Ten Commandments of God, bernubuat bahwa dunia akan
berakhir pada 31 Desember 1999 (yang diralat menjadi 31 Desember 2000).
Tahun 1998, ia dirawat di rumah sakit karena mengalami gangguan jiwa.
Sebelum 31 Desember 2000 ia menyuruh seluruh jemaatnya berkumpul dalam
sebuah bangunan gereja. Setelah jemaat berkumpul, pintu serta jendela gereja
ditutup dan Joseph membakar gereja tersebut. Akibatnya, ketika api padam,
pihak keamanan menemukan 330 tengkorak manusia dalam keadaan gosong di
antara puing-puing.

*Akhir Tahun 1999*

Menjelang berakhirnya tahun 1999, muncul istilah Y2K pada komputer yang
diyakini mempengaruhi semua sistim komputer dunia.
Wall Street Journal memprediksikan bahwa pada 1 Januari 2000 akan terjadi
kekacauan yang amat besar setara dengan kiamat di muka Bumi.

*Kiamat 5 Mei 2000*

Dalam bukunya, Ice: The Ultimate Disaster (1997) Richard Noone
memprediksikan bahwa pada 5 Mei 2000, planet-planet akan bersejajar dan
kehidupan akan berakhir seiring dengan mencairnya semua es di muka Bumi.
Sekitar 18 bulan sebelum "hari kiamat" itu, Benjamin Radford (dari Skeptical
Inquirer science magazine), mewawancarai Mr Noone tentang buku dan
ramalannya; Radford sempat bertanya apakah mereka bisa mengatur
pertemuan/wawancara pada tanggal 6 Mei 2000, kalau-kalau dunia tidak
berakhir. Tapi Noone menolak.
Kiamat 10 November 2003 (akhir dari akhir zaman?)
Mangapin Sibuea dari Bandung Selatan dan para pengikutnya, sekitar 300 orang
berkumpul dan melakukan ritual, seperti menyanyi, menari, dan berpuasa, ada
yang 3 hari 3 malam tak makan, ada juga yang 7 hari 7 malam tak makan. Semua
itu dilakukan untuk bersiap-siap menjemput Kiamat, 10 November 2003.

*Kiamat 21 Desember 2012*

Menurut NASA, ilmuwan terpercaya di seluruh dunia tahu bahwa tidak ada
ancaman yang berhubungan dengan tahun 2012. Planet kita telah menjadi tempat
hidup yang baik selama lebih dari empat miliar tahun.
NASA bersikeras kalender Maya sebenarnya tidak berakhir pada 21 Desember
2012, yang dianggap sebagai akhir dari peradaban manusia sekarang dan
mulainya peradaban baru.
Bangsa Maya Modern di Guatemala dan Meksiko juga menyangkal ramalan tentang
kiamat. "Tidak ada konsep kiamat dalam budaya Maya," demikian kata Yesus
Gomez, kepala the Guatemalan confederation of Mayan priests and spiritual
guides, kepada The Sunday Telegraph.
Cirilo Perez, seorang penasihat Presiden Guatemala Alvaro Colom, mengecam
eksploitasi komersial budaya Maya oleh pihak luar. "Ketika orang asing
melihat kita, mereka berpikir 'Lihat Maya, betapa baiknya, betapa cantik',
tetapi sebenarnya mereka tidak mengerti kita." katanya.

Kiamat adalah rahasia Tuhan. Siapapun yang meramal pasti akan gagal [taz]

Senin, 16 November 2009

Mekkah sebagai pusat bumi

Sumber : http://masgandhul.web.id/2009/10/19/makkah-sebagai-pusat-bumi/

Makkah juga disebut Bakkah tempat di mana umat Islam melaksanakan haji itu
terbukti sebagai tempat yang pertama diciptakan. Telah menjadi kenyataan
ilmiah bahwa bola bumi ini pada mulanya tenggelam di dalam air (samudera
yang sangat luas).

Kemudian gunung api di dasar samudera ini meletus dengan keras dan
mengirimkan lava dan magma dalam jumlah besar yang membentuk bukit. Dan
bukit ini adalah tempat Allah memerintahkan untuk menjadikannya lantai dari
Ka'bah (kiblat). Batu basal Makkah dibuktikan oleh suatu studi ilmiah
sebagai batu paling purba di bumi. Jika demikian, ini berarti bahwa Allah
terus-menerus memperluas dataran dari tempat ini. Jadi, ini adalah tempat
yang paling tua di dunia.

Adakah hadits yang nabawi yang menunjukkan fakta yang mengejutkan ini?
*Jawaban adalah ya*.
Nabi bersabda, *Ka'bah itu adalah sesistim tanah di atas air, dari tempat
itu bumi ini diperluas*. Dan ini didukung oleh fakta tersebut.

Menjadi tempat yang pertama diciptakan itu menambah sisi spiritual tempat
tersebut. Juga, yang mengatakan nabi yang tempat di dalam dahulu kala dari
waktu menyelam di dalam air dan siapa yang mengatakan kepada dia bahwa
Ka'bah adalah pemenang pertama yang untuk dibangun atas potongan dari ini
tempat seperti yang didukung oleh studi dari basalt mengayun-ayun di Makkah?

http://www.chanceandchoice.com/ChanceandChoice/chapter8.html

*Makkah Pusat Bumi*
Prof. Hussain Kamel menemukan suatu fakta mengejutkan bahwa Makkah adalah
pusat bumi. Pada mulanya ia meneliti suatu cara untuk menentukan arah kiblat
di kota-kota besar di dunia.

Untuk tujuan ini, ia menarik garis-garis pada peta, dan sesudah itu ia
mengamati dengan seksama posisi ketujuh benua terhadap Makkah dan jarak
masing-masing. Ia memulai untuk menggambar garis-garis sejajar hanya untuk
memudahkan proyeksi garis bujur dan garis lintang.

Setelah dua tahun dari pekerjaan yang sulit dan berat itu, ia terbantu oleh
program-program komputer untuk menentukan jarak-jarak yang benar dan
variasi-variasi yang berbeda, serta banyak hal lainnya. Ia kagum dengan apa
yang ditemukan, bahwa Makkah merupakan pusat bumi.

Ia menyadari kemungkinan menggambar suatu lingkaran dengan Makkah sebagai
titik pusatnya, dan garis luar lingkaran itu adalah benua-benuanya. Dan pada
waktu yang sama, ia bergerak bersamaan dengan keliling luar benua-benua
tersebut. (Majalah al-Arabiyyah, edisi 237, Agustus 1978).

Gambar-gambar Satelit, yang muncul kemudian pada tahun 90-an, menekankan
hasil yang sama ketika studi-studi lebih lanjut mengarah kepada topografi
lapisan-lapisan bumi dan geografi waktu daratan itu diciptakan.

Telah menjadi teori yang mapan secara ilmiah bahwa lempengan-lempengan bumi
terbentuk selama usia geologi yang panjang, bergerak secara teratur di
sekitar lempengan Arab. Lempengan-lempengan ini terus menerus memusat ke
arah itu seolah-olah menunjuk ke Makkah.

Studi ilmiah ini dilaksanakan untuk tujuan yang berbeda, bukan dimaksud
untuk membuktikan bahwa Makkah adalah pusat dari bumi. Bagaimanapun, studi
ini diterbitkan di dalam banyak majalah sain di Barat.

*Allah berfirman di dalam al-Qur?an al-Karim sebagai berikut* :
*Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Qur'an dalam bahasa Arab supaya kamu
memberi peringatan kepada Ummul Qura (penduduk Makkah) dan penduduk
(negeri-negeri) sekelilingnya.. (asy-Syura: 7)*

Kata Ummul Qura berarti induk bagi kota-kota lain, dan kota-kota di
sekelilingnya menunjukkan Makkah adalah pusat bagi kota-kota lain, dan yang
lain hanyalah berada di sekelilingnya. Lebih dari itu, kata ummu (ibu)
mempunyai arti yang penting di dalam kultur Islam.

Sebagaimana seorang ibu adalah sumber dari keturunan, maka Makkah juga
merupakan sumber dari semua negeri lain, sebagaimana dijelaskan pada awal
kajian ini. Selain itu, kata ibu memberi Makkah keunggulan di atas semua
kota lain.

*Makkah atau Greenwich*
Berdasarkan pertimbangan yang seksama bahwa Makkah berada tengah-tengah bumi
sebagaimana yang dikuatkan oleh studi-studi dan gambar-gambar geologi yang
dihasilkan satelit, maka benar-benar diyakini bahwa Kota Suci Makkah, bukan
Greenwich, yang seharusnya dijadikan rujukan waktu dunia. Hal ini akan
mengakhiri kontroversi lama yang dimulai empat dekade yang lalu.

Ada banyak argumentasi ilmiah untuk membuktikan bahwa Makkah merupakan
wilayah nol bujur sangkar yang melalui kota suci tersebut, dan ia tidak
melewati Greenwich di Inggris. GMT dipaksakan pada dunia ketika mayoritas
negeri di dunia berada di bawah jajahan Inggris. Jika waktu Makkah yang
diterapkan, maka mudah bagi setiap orang untuk mengetahui waktu shalat.

*Makkah adalah Pusat dari lapisan-lapisan langit *
Ada beberapa ayat dan hadits nabawi yang menyiratkan fakta ini. Allah
berfirman, *Hai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus
(melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat
menembusnya melainkan dengan kekuatan. (ar-Rahman:33)*

Kata *aqthar* adalah bentuk jamak dari kata qutr yang berarti diameter, dan
ia mengacu pada langit dan bumi yang mempunyai banyak diameter.

Dari ayat ini dan dari beberapa hadits dapat dipahami bahwa diameter
lapisan-lapisan langit itu di atas diameter bumi (tujuh lempengan bumi).
Jika Makkah berada di tengah-tengah bumi, maka itu berarti bahwa Makkah juga
berada di tengah-tengah lapisan-lapisan langit.

Selain itu ada hadits yang mengatakan bahwa Masjidil Haram di Makkah, tempat
Ka'bah berada itu ada di tengah-tengah tujuh lapisan langit dan tujuh bumi
(maksudnya tujuh lapisan pembentuk bumi)
Nabi bersabda, *Wahai orang-orang Makkah, wahai orang-orang Quraisy,
sesungguhnya kalian berada di bawah pertengahan langit.*

*Thawaf di Sekitar Makkah*
Dalam Islam, ketika seseorang thawaf di sekitar Ka'bah, maka ia memulai dari
Hajar Aswad, dan gerakannya harus berlawanan dengan arah jarum jam. Hal itu
adalah penting mengingat segala sesuatu di alam semesta dari atom hingga
galaksi itu bergerak berlawanan dengan arah jarum jam.

Elektron-elektron di dalam atom mengelilingi nukleus secara berlawanan
dengan jarum jam. Di dalam tubuh, sitoplasma mengelilingi nukleus suatu sel
berlawanan dengan arah jarum jam. Molekul-molekul protein-protein terbentuk
dari kiri ke kanan berlawanan dengan arah jarum jam. Darah memulai
gerakannya dari kiri ke kanan berlawanan dengan arah jarum jam.

Di dalam kandungan para ibu, telur mengelilingi diri sendiri berlawanan
dengan arah jarum jam. Sperma ketika mencapai indung telur mengelilingi diri
sendiri berlawanan dengan arah jarum jam. Peredaran darah manusia mulai
gerakan berlawanan dengan arah jarum jamnya. Perputaran bumi pada porosnya
dan di sekeliling matahari secara berlawanan dengan arah jarum jam.

Perputaran matahari pada porosnya berlawanan dengan arah jarum jam. Matahari
dengan semua sistimnya mengelilingi suatu titik tertentu di dalam galaksi
berlawanan dengan arah jarum jam. Galaksi juga berputar pada porosnya
berlawanan dengan arah jarum jam.

Jumat, 13 November 2009

Hukum Berkaitan Dengan Hewan Kurban

HUKUM-HUKUM YANG BERKAITAN DENGAN HEWAN KURBAN


Oleh
Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Abdul Hamid Al-Halabi Al Atsari
http://www.almanhaj.or.id/content/1281/slash/0

Ada beberapa hukum yang berkaitan dengan hewan kurban. Sepantasnyalah
bagi seorang muslim untuk mengetahuinya agar ia berada di atas ilmu
dalam melakukan ibadahnya, dan di atas keterangan yang nyata dari
urusannya. Berikut ini aku sebutkan hukum-hukum tersebut secara ringkas.

PERTAMA
Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berkurban dengan dua ekor domba
jantan [1] yang disembelihnya setelah shalat Ied. Beliau shallallahu
'alaihi wa sallam mengabarkan.

"Artinya : Siapa yang menyembelih sebelum shalat maka tidaklah termasuk
kurban sedikitpun, akan tetapi hanyalah daging sembelihan biasa yang
diberikan untuk keluarganya" [2]

KEDUA
Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kepada para
sahabatnya agar mereka menyembelih jadza' dari domba, dan tsaniyya dari
yang selain domba [3]

Mujasyi bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu mengabarkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Sesungguhnya jadza' dari domba memenuhi apa yang memenuhi tsaniyya dari kambing" [4]

KETIGA
Boleh mengakhirkan penyembelihan pada hari kedua dan ketiga setelah
Idul Adha, karena hadits yang telah tsabit dari Nabi Shallallahu
'alaihi wa sallam : (bahwa) beliau bersabda :

"Artinya : Setiap hari Tasyriq ada sembelihan" [5]

Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah.
"Ini adalah madzhabnya Ahmad, Malik dan Abu Hanifah semoga Allah
merahmati mereka semua. Berkata Ahmad : Ini merupakan pendapatnya lebih
dari satu sahabat Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Al-Atsram
menyebutkannya dari Ibnu Umar dan Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhum"[6]

KEEMPAT
Termasuk petunjuk Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bagi orang yang
ingin menyembelih kurban agar tidak mengambil rambut dan kulitnya walau
sedikit, bila telah masuk hari pertama dari sepuluh hari yang awal
bulan Dzulhijjah. Telah pasti larangan yang demikian itu.[7]

Berkata An-Nawawi dalam "Syarhu Muslim" (13/138-39).
"Yang dimaksud dengan larangan mengambil kuku dan rambut adalah
larangan menghilangkan kuku dengan gunting kuku, atau memecahkannya,
atau yang selainnya. Dan larangan menghilangkan rambut dengan mencukur,
memotong, mencabut, membakar atau menghilangkannya dengan obat
tertentu[8] atau selainnya. Sama saja apakah itu rmabut ketiak, kumis,
rambut kemaluan, rambut kepala dan selainnya dari rambut-rambut yang
berada di tubuhnya".

Berkata Ibnu Qudamah dalam "Al-Mughni" (11/96).
"Kalau ia terlanjur mengerjakannya maka hendaklah mohon ampunan pada
Allah Ta'ala dan tidak ada tebusan karenanya berdasarkan ijma, sama
saja apakah ia melakukannya secara sengaja atau karena lupa".

Aku katakan :
Penuturan dari beliau rahimahullah mengisyaratkan haramnya perbuatan
itu dan sama sekali dilarang (sekali kali tidak boleh melakukannya -ed)
dan ini yang tampak jelas pada asal larangan nabi.

KELIMA
Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam memilih hewan kurban yang sehat,
tidak cacat. Beliau melarang untuk berkurban dengan hewan yang
terpotong telinganya atau patah tanduknya[9]. Beliau memerintahkan
untuk memperhatikan kesehatan dan keutuhan (tidak cacat) hewan kurban,
dan tidak boleh berkurban dengan hewan yang cacat matanya, tidak pula
dengan muqabalah, atau mudabarah, dan tidak pula dengan syarqa' ataupun
kharqa' semua itu telah pasti larangannya. [10]

Boleh berkurban dengan domba jantan yang dikebiri karena ada riwayat
dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang dibawakan Abu Ya'la (1792)
dan Al-Baihaqi (9/268) dengan sanad yang dihasankan oleh Al-Haitsami
dalam " Majma'uz Zawaid" (4/22).

KEENAM
Belaiu shallallahu 'alaihi wa sallam menyembelih kurban di tanah lapang tempat dilaksanakannya shalat. [11]

KETUJUH
Termasuk petunjuk Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa satu kambing
mencukupi sebagai kurban dari seorang pria dan seluruh keluarganya
walaupun jumlah mereka banyak. Sebagaimana yang dikatakan oleh Atha'
bin Yasar [12] : Aku bertanya kepada Abu Ayyub Al-Anshari : "Bagaimana
hewan-hewan kurban pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
?" Ia menjawab : "Jika seorang pria berkurban dengan satu kambing
darinya dan dari keluarganya, maka hendaklah mereka memakannya dan
memberi makan yang lain" [13]

KEDELAPAN
Disunnahkan bertakbir dan mengucapkan basmalah ketika menyembelih kurban, karena ada riwayat dari Anas bahwa ia berkata :

"Artinya : Nabi berkurban dengan dua domba jantan yang berwarna putih
campur hitam dan bertanduk. beliau menyembelihnya dengan tangannya,
dengan mengucap basmalah dan bertakbir, dan beliau meletakkan satu kaki
beliau di sisi-sisi kedua domba tersebut" [14]

KESEMBEILAN
Hewan kurban yang afdhal (lebih utama) berupa domba jantan (gemuk)
bertanduk yang berwarna putih bercampur hitam di sekitar kedua matanya
dan di kaki-kakinya, karena demikian sifat hewan kurban yang disukai
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. [15]

KESEPULUH
Disunnahkan seorang muslim untuk bersentuhan langsung dengan hewan
kurbannya (menyembelihnya sendiri) dan dibolehkan serta tidak ada dosa
baginya untuk mewakilkan pada orang lain dalam menyembelih hewan
kurbannya. [16]

KESEBELAS
Disunnahkan bagi keluarga yang menyembelih kurban untuk ikut makan dari
hewan kurban tersebut dan menghadiahkannya serta bersedekah dengannya.
Boleh bagi mereka untuk menyimpan daging kurban tersebut, berdasarkan
sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

"Artinya : Makanlah kalian, simpanlah dan bersedekahlah" [17]

KEDUA BELAS
Badanah (unta yang gemuk) dan sapi betina mencukupi sebagai kurban dari
tujuh orang. Imam Muslim telah meriwayatkan dalam "Shahihnya" (350)
dari Jabir radhiyallahu 'anhu ia berkata.

"Artinya : Di Hudaibiyah kami menyembelih bersama Nabi shallallahu
'alaihi wa sallam satu unta untuk tujuh orang dan satu sapi betina
untuk tujuh orang".

KETIGA BELAS
Upah bagi tukang sembelih kurban atas pekerjaannya tidak diberikan dari
hewan kurban tersebut, karena ada riwayat dari Ali radhiyallahu ia
berkata.

"Artinya : Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan aku
untuk mengurus kurban-kurbannya, dan agar aku bersedekah dengan
dagingnya, kulit dan apa yang dikenakannya[18] dan aku tidak boleh
memberi tukang sembelih sedikitpun dari hewan kurban itu. Beliau
bersabda : Kami akan memberikannya dari sisi kami" [19]

KEEMPAT BELAS
Siapa di antara kaum muslimin yang tidak mampu untuk menyembelih
kurban, ia akan mendapat pahala orang-orang yang menyembelih dari umat
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam karena Nabi berkata ketika
menyembelih salah satu domba.

"Artinya : Ya Allah ini dariku dan ini dari orang yang tidak menyembelih dari kalangan umatku" [20]

KELIMA BELAS
Berkata Ibnu Qudamah dalam "Al-Mughni" (11/95) : "Nabi shallallahu
'alaihi wa sallam dan Al-Khulafaur rasyidun sesudah beliau menyembelih
kurban. Seandainya mereka tahu sedekah itu lebih utama niscaya mereka
menuju padanya.... Dan karena mementingkan/mendahulukan sedekah atas
kurban mengantarkan kepada ditinggalkannya sunnah yang ditetapkan oleh
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

[Disalin dari kitab Ahkaamu Al-'iidaini Fii Al-Sunnah Al-Muthatharah,
edisi Indonesia Hari Raya Bersama Rasulullah oleh Syaikh Ali Hasan bin
Ali Abdul Hamid Al-Halabi Al-Atsari, terbitan Putsaka Al-Haura, hal.
47-53, penerjemah Ummu Ishaq Zulfa Husein]
_________
FootNote.
[1]. Akan datang dalilnya pada point ke delapan
[2]. Riwayat Bukhari (5560) dan Muslim (1961) dan Al-Bara' bin azib.
[3]. Berkata Al-Hafidzh dalam "Fathul Bari" (10/5) : Jadza' adalah
gambaran untuk usia tertentu dari hewan ternak, kalau dari domba adalah
yang sempurna berusia setahun, ini adalah ucapan jumhur. Adapula yang
mengatakan : di bawah satu tahun, kemudian diperselisihkan
perkiraannya, maka ada yang mengatakan 8 dan ada yang mengatakan 10
Tsaniyya dari unta adalah yang telah sempurna berusia 5 tahun, sedang
dari sapi dan kambing adalah yang telah sempurna berusia 2 athun. Lihat
"Zadul Ma'ad" (2/317).
[4]. 'Shahihul Jami'" (1592), lihat " Silsilah Al-Ahadits Adl-Dlaifah" (1/87-95).
[5]. Dikeluarkan oleh Ahmad (4/8), Al-Baihaqi (5/295), Ibnu Hibban
(3854) dan Ibnu Adi dalam "Al-Kamil" (3/1118) dan pada sanadnya ada
yang terputus. Diriwayatkan pula oleh Ath-Thabari dalam 'Mu'jamnya"
dengan sanad yang padanya ada kelemahan (layyin). Hadits ini memiliki
pendukung yang diriwayatkan Ibnu Adi dalam "Al-Kamil" dari Abi Said
Al-Khudri dengan sanad yang padanya ada kelemahan. Hadits ini hasan
Insya Allah, lihat 'Nishur Rayah" (3/61).
[6]. Zadul Ma'ad (2/319)
[7]. Telah lewat takhrijnya pada halaman 66, lihat 'Nailul Authar" (5/200-203).
[8]. Campuran tertentu yang digunakan untuk menghilangkan rambut.
[9]. Sebagaimana diriwayatkan oleh Ahmad (1/83, 127,129 dan 150), Abu
Daud (2805), At-Tirmidzi (1504), An-Nasa'i (7/217) Ibnu Majah (3145)
dan Al-Hakim (4/224) dari Ali radhiyallahu 'anhu dengan isnad yang
hasan.
[10]. Muqabalah adalah hewan yang dipotong bagian depan telinganya.
Mudabarah : hewan yang dipotong bagian belakang telinganya. Syarqa :
hewan yang terbelah telinganya dan Kharqa : hewan yang sobek
telinganya. Hadits tentang hal ini isnadnya hasan diriwayatkan Ahmad
(1/80 dan 108) Abu Daud (2804), At-Tirmidzi (4198) An-Nasa'i (7/216)
Ibnu Majah (3143) Ad-Darimi (2/77) dan Al-Hakim (4/222) dari hadits Ali
radhiyallahu 'anhu.
[11]. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (5552) An-Nasai 97/213) dan Ibnu Majah (3161) dari Ibnu Umar.
[12]. Wafat tahun (103H) biografisnya bisa dibaca dalam "Tahdzibut Tahdzib" (7/217).
[13]. Diriwayatkan At-Tirmidzi (1505) Malik (2/37) Ibnu Majah (3147) dan Al-Baihaqi (9/268) dan isnadnya hasan.
[14]. Diriwayatkan oleh Bukhari (5558), (5564), (5565), Muslim (1966) dan Abu Daud (2794).
[15]. Sebagaimana dalam hadits Aisyah yang diriwayatkan Muslim (1967) dan Abu Daud (2792).
[16]. Aku tidak mengetahui adanya perselisihan dalam permasalahan ini di antara ulama, lihat point ke 13.
[17]. Diriwayatkan oleh Bukhari (5569), Muslim (1971) Abu Daud (2812)
dan selain mereka dari Aisyah radhiyallahu 'anha. Adapun riwayat
larangan untuk menyimpan daging kurban masukh (dihapus), lihat 'Fathul
Bari' (10/25-26) dan "All'tibar" (120-122). Lihat Al-Mughni (11/108)
oleh Ibnu Qudamah.
[18]. Dalam Al-Qamus yang dimaksud adalah apa yang dikenakan hewan tunggangan untuk berlindung dengannya.
[19]. Diriwayatkan dengan lafadh ini oleh Muslim (317), Abu Daud (1769)
Ad-Darimi (2/73) Ibnu Majah (3099) Al-baihaqi (9/294) dan Ahmad
(1/79,123,132 dan 153) Bukhari meriwayatkannya (1716) tanpa lafadh :
"Kami akan memberinya dari sisi kami".
[20]. Telah lewat takhrijnya pada halaman 70




Rabu, 11 November 2009

NASA Tangkal Rumor Kiamat 2012

---------- Forwarded message ----------
From: Agus Rasyidi <rasidi@wicaksana.co.id>
Date: Tue, 10 Nov 2009 14:05:53 +0700
Subject: [Milis_Iqra] NASA Tangkal Rumor Kiamat 2012
To: jamaah@arroyyan.com, Milis_Iqra@googlegroups.com


NASA Tangkal Rumor Kiamat 2012
Badan Luar Angkasa AS, NASA, menegaskan ramalan bahwa kiamat akan
terjadi pada 21 Desember 2012 tidak berdasar. NASA dengan gencar
melakukan kampanye kecil-kecilan untuk menangkal rumor yang sudah
cukup lama beredar. Bahkan beberapa film mengenai kiamat 2012 ini
telah menginsirasi Hollywood.

Terakhir, Sony Pictures, meluncurkan film dengan judul "2012" yang
mulai diputar di bioskop-bioskop AS. Film itu memakan biaya produksi
mencapai 200 juta dolar, yang inti ceritanya didasarkan pada
penanggalan suku Maya yang memperhitungkan kiamat akan datang pada
2012.

Skenario hari kiamat, menurut suku Maya, adalah planer X atau yang
disebut juga Nibiru akan menghantam bumi. Rumor yang beredar melalui
internet menyebutkan planet misterius ini ditemukan oleh Bangsa
Sumeria. Pendapat yang kemudian didukung oleh serentetan ilmuwan palsu
dan paranormal.

Beberapa situs bahkan menuduh NASA berusaha menutup-nutupi keberadaan
planet misterius yang mengancam bumi, namun pihak NASA menegaskan
bahwa rumor yang beredar itu hanyalah bualan belaka. "Tidak ada dasar
fakta yang jelas bahwa ada planet misterius yang mengancam bumi,"
demikian pernyataan NASA yang dipampang pada situsnya.

Seperti dikutip di situs NASA, jika memang benar akan terjadi
tubrukan, para astronom paling tidak bisa melihatnya sejak satu
dasawarsa lalu. Dan jika memanga da planet yang bergerak mendekat ke
bumi, hal itu bahkan bisa dilihat dengan mata telanjang. "Jelas hal
semacam itu tidak sedang terjadi."

NASA mengklaim para ilmuwan di seluruh dunia yang meneliti angkasa
luar tidak melihat adanya ancaman yang besar yang akan terjadi pada
bumi pada 2012. Planet bumi alias planet biru yang dihuni manusia ini
telah bertahan selama lebih dari 4 miliar tahun.

Pengamatan luar angkasa memang sebelumnya telah mendeteksi keberadaan
planet Eris, ditemukan pada 2005 oleh astronom AS, mengambang di luar
angkasa. Namun planet mungil dengan suhu sangat dingin dan berukura
sedikit lebih besar planet pluto ini diperkirakan NASA akan tetap
berada di luar tata surya kita, dan tidak akan berjarak lebih dekat
dari 6,4 miliar kilometer dari bumi.

Saat ini di berbagai toko buku di seluruh dunia bisa dengan mudah
ditemukan buku-buku yang memuat ramalan suku Maya itu. Ramalan
sebelumnya menyebutkan kiamat akan terjadi pada May 2003, namun ketika
pada saat itu tidak ada yang terjadi, tanggal ramalan kemudian
direka-reka lagi menjadi 2012.

Bahkan kalender penanggalan suku Maya tidak berakhir pada 21 Desember
2012, melainkan ada periode lagi sesudahnya. Dan penanggalan itu
bahkan menyebutkan tidak ada posisi planet yang sejajar dalam beberapa
dekade mendatang.

Jika adanya planet-planet yang berbaris sejajar seperti yang
diramalkan sebagian orang itu benar terjadi, maka dampaknya pun tidak
signifikan terhadap bumi.

NASA juga siap membuktikan bahwa ramalan mengenai badai geomagnetik,
berbaliknya kutub-kutub bumi atau ketidakstabilan kerak bumi akan
menghancurkan bumi tidak benar adanya.

Ada beberapa mitos yang menyebutkan bahwa rotasi bumi dan kutub magnet
bumi memiliki hubungan, dengan bergantinya kutub magnetik bumi setiap
400 ribu tahun.

"Sejauh yang kita ketahui perubahan magnet itu tidak berbahaya
terhadap kehidupan di planet bumi. Mereka juga berpandangan bahwa
berbaliknya rotasi bumi sebagais esuatu yang mustahil. Perubahan
berbaliknya medan magnet bumi juga dipandang tidak akan terjadi dalam
beberapa milenium mendatang.

Sementara komet dan asteroid yang menabrak bumi merupakan sesuatu yang
sering terjadi, namun tubrukan yang besar amat jarang terjadi.
Terakhir kali kejadian itu berdampak apa bumi adalah pada 65 juta
tahun silam, yang diduga menjadi penyebab punahnya dinosaurus.

"Kita cukup yakin tidak ada asteroid yang mengancam bumi yang bisa
membuat dampak seperti 65 juta taun silam," demikian keterangan NASA.
afp/una/rin

http://www.republika.co.id/berita/88274/NASA_Tangkal_Rumor_Kiamat_2012

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Sabtu, 07 November 2009

Mukjizat Medis dalam Wudhu

Jauh sebelum manusia modern mengkampanyekan pentingnya kebersihan Islam
sejak empabela abad yang lalu sudah menyerukan hal tersebut kepada umatnya,
bahkan Rasulullah menyataka bahwa, "Kebersihan itu bagian dari iman." Bahwa
" Allah menyukai orang yang menyucikan diri." Tentu saja yang dimaksud
kebersihan lahir dan batin. Diwajibkannya jinabat, mandi jumat (bagi
laki-laki), berwudhu sebelum shalat adalah bukti bahwa Islam sangat
mementingkan kebersihan.
Tulisan berikut ini akan mencoba menjelaskan kepada kita rahasia yang
tersimpan dibalik syariat wudhu. Tulisan ini saya kutip dan terjemahkan dari
sebuah buku yang berjudul Ash-Shalah Riyadhatun Nafsi wal Jasad, karya
Mukhtas Salim asal Mesir (dengan penyesuaian redaksional di sana-sini
tentunya). Yup...!

Apa arti wudhu?
Kata wudhu dalam bahasa Arab adalah derivasi dari kata al-Wadhâ'ah, yang
berarti kebersihan, kecantikan, keindahan, dan cahaya.
Sedangkan wudhu ditinjau dari segi syariah adalah membasuh atau mengusap
angota badan tertentu yang sudah ditetapkan dan disyariatkan Allah, dengan
menggunakan air yang suci dan menyucikan.
"Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu
sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke
kedua mata kaki." (QS. al-Mâ'idah: 6)
Coba kita perhatikan semua anggota badan yang wajib dibasuh atau diusap
dalam ayat diatas adalah anggota yang terbuka, sangat mudah terkontaminasi
berbagai macam kotoran, bakteri, dan apalagi lah namanya, yang jika
dibiarkan dalam waktu lama akan menyebabkan kita mudah terserang penyakit.
Subhanallah.

Wudhu dan Pencegahan Berbagai Penyakit

Dalam perkembangan ilmu kedokteran, wudhu dipandang sebagai salah satu cara
yang sangat efektif untuk perlindungan dan pencegahan dampak neganif polusi
lingkungan, bahkan bisa mencegah penularan berbagai penyakit.
Wudhu yang dilakukan minimal lima kali dalam sehari adalah usaha yang sangat
mencukupi untuk menjaga kebersihan.
Dalam praktiknya wudhu tidak saja disyariatkan untuk anggota badan yang
terbuka saja seperti yang disebutkan dalam al-Quran tadi tapi juga
membersihkan anggota-anggota badan yang tertutup ini adalah untuk
menghilangkan sisa-sisa kotoran yang dikeluarkan oleh tiap-tiap anggota
badan tersebut, sehingga kotoran tidak mengendap dan menjadi kotoran yang
membahayakan kesehatan. Kotoran yang mengendap ini bisa menjadi lahan subur
bagi pertumbuhan dan perkembangan jamur atau kuman. Inilah pangkal dari
penyebab terjadinya berbagai macam penyakit, termasuk penyakit kulit yang
sangat berbahaya.
"Barangsiapa yang berwudhu dengan baik dan benar, maka semua dosa-dosa akan
keluar dari badannya, hingga keluar melalui bawah kukunya." (HR. Muslim)
"Ketika seorang berwudhu dan berkumur-kumur, maka dosa-dosanya akan keluar
dari mulutnya. Ketika dia melakukan Istinsyâq (memasukkan air ke dalam
hidung dan mengeluarkannya kembali), dosa-dosanya akan keluar dari
hidungnya. Ketika dia membasuh wajahnya, dosa-dosanya akan keluar dari
wajahnya melalui bulu-bulu kedua matanya. Ketika dia membasuh kedua
tangannya, dosa-dosa akan keluar dari kedua tangannya melalui bawah kukunya.
Ketika dia mengusap kepalaya, dosa-dosa akan keluar dari kepalanya melalui
kedua telinganya. Dan ketika dia membasuh kedua kakinya, dosa-dosa akan
keluar dari kedua kakinya melalui bawah kuku kedua kakinya."
Saudara...
Dalam hadits diatas Rasulullah menggunakan kata al-Khathaya, menurut bahasa
kiasan, kata ini bisa berarti kuman, bakteri, dan jamur yang berbahaya bagi
manusia.
Hadits yang menerangkan tentang wudhu seperti halnya hadits di atas adalah
sebagai dasar dari ilmu kedokteran yang menerangkan seputar keutamaan
kesehatan dan manfaat wudhu.

Wudhu Dapat Mencegah Kanker Kulit

Allah mewajibkan setiap muslim untuk berwudhu sebagai syarat sah shalat.
Dasar atau hal-hal yang wajib dalam wudhu adalah membasuh (mengusap) wajah,
kepala, kedua tangan, dan kedua kaki.
Selain itu, Rasulullah n memberi tambahan amalan-amalan yang sunnah
dilakukan, antara lain: memakai bersiwak sebelum berwudhu, mengulang usapan
atau basuhan tiga kali, berkumur-kumur, istinsyâq, menyela-nyela jari-jari
tangan dan kaki. Semuanya ini mengandung rahasia medis yang sangat penting
bagi tubuh manusia.
Kita tentu sepakat bahwa anggota tubuh yang diperintahkan oleh Allah dan
yang disunnahkan oleh Rasulullah untuk dibasuh dengan baik ketika kita
berwudhu adalah anggota tubuh yang sangat rentan terkontaminasi oleh kuman,
baik karena kotoran yang menempel di permukan kulit maupun terkontaminasi
oleh lingkungan sekitar.
Kotoran yang menempel pada permukaan kulit, akan cepat bercampur dengan debu
dan kotoran lain yang kita dapati ketika melakukan aktivitas sehari-hari.
Nah, inilah yang menyebabkan kulit kita dipenuhi oleh kuman-kuman yang
sangat berbahaya.
Sampai di sini kita dapat menyimpulkan bahwa berwudhu berualng kali, akan
menghilangkan berbagai macam kuman yang menempel pada anggota tubuh kita,
mencegah terjadinya penumpukan kuman diatas permukaan kulit dan menghindari
agar kuman tersebut tidak sampai masuk ke bagian dalam kulit.
Nah, tentu saja permukaan kulit yang selalu bersih dari kuman dan kotoran
sangat berpengaruh terhadap kesehatan bagian dalam kulit, sehingga kulit
dapat berfungsi dengan baik. Karena basuhan air pada permukaan kulit akan
mengikat dan menguatkan jalinan rambut-rambut darah, urat syaraf, dan
jalinan rambut yang berhubungan dengan permukaan kulit.
Dalam berbagai studi berhubungan dengan sebab-sebab terjadinya kanker kulit
menekankan bahwa kanker kulit kebanyakan terjadi karena efek dari
menyebarnya bahan-bahan kimia di permukaan kulit, khususnya efek dari
produk-produk kimiawi seperti bahandan alat-alat kosmetik. Nah, pembersihan
bahan kimia ini bisa dilakukan dengan cara membasuh kulit berulangkali
sehingga efek dari bahan kimia pada kulit bisa diminimalisiasi.
Hasil penelitian tim medis yang meneliti tentang barang-barang tambang dan
bahan-bahan logam menyebutkan bahwa mayoritas penderita penderita tumor,
kanker paru-paru, gangguan limpa, ginjal, dan kandung kemih adalah
dikarenakan efek dari masuknya bahan-bahan kimia ke dalam tubuh melalui
pori-pori kulit. Dari hasil penelitian tersebut tim medis menyimpulkan bahwa
anggota-anggota tubuh yang selalu terbuka terkena sinar matahari –khususnya
sinar ultra violet— (makanya pake pakaian tu kudu lengkap..hehe) bisa
mengakibatkan terjadinya kanker kulit.
Data statistik memperlihatkan terjadinya peningkatan penderita kanker kulit.
Kanker kulit ini banyak menyerang penduduk Negara Barat, dan penyebab
terbanyak adalah karena seringnya kulit terkena langsung sinar matahari.
Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah peningkatan resiko
penyakit ini adalah dengan cara menjaga wudhu. Karena wudhu akan sangat
membantu menjaga kelembaban permukaan kulit dan terhindar hal-hal yang
membahayakan dikarenakan sengatan ultra violet.
Berkumur-kumur dan Membersihkan Gigi (Ketika Berwudhu) dalam Perspektif
Medis
Rasulullah mengajarkan agar berkumur-kumur sebanyak tiga kali setiap
berwudhu dan membersihkan gigi, tujuannya untuk membersihkan sisa-sisa
makanan yang menempel di sela-sela gigi. Bahkan Rasulullah mencela orang
yang mengerjakan shalat yang sela-sela gigi-giginya masih terdapat sisa-sisa
makanan. Sebaliknya, Rasulullah memuji orang yang menyela-nyela dan
membersihkan giginya terlebih dahulu sebelum melaksanakan shalat,
"Terujilah orang-orang yang bersih dalam wudhunya dan terpujilah orang yang
membersihkan makanan (di sela-sela giginya). Bersih dalam berwudhu yaitu
dengan berkumur-kumur, Istinsyâq, dan menyela jari-jemari. Orang yang
membersihkan sisa makanan dari sela-sela giginya terpuji karena dua malaikat
Rakib dan Atid tidak akan menulis shalat seseorang yang di sela-sela giginya
masih terdapat sisa makanan." (HR. Ahmad dan Thabrani)
Hikmahnya, jika sisa-sisa makanan—khususnya makanan yang mengandung zat
tepung dan zat gula—berkumpul, menumpuk, kemudian membusuk di sela-sela
gigi, maka akan mengakibatkan suburnya bakteri dan menimbulkan berinfeksi
pada gusi, tenggorokan bernanah, gigi rapuh, membusuk, dan macam-macam
penyakit mulut lainnya yang dapat masuk ke alat pencernaan sehingga
kesehatan akan mengalami masalah serta menimbulkan berbagai macam penyakit
dan bau yang tidak sedap.
"Siwak dapat membersihkan mulut dan mendatangkan ridha Allah."

Istinsyâq (memasukkan dan mengeluarkan air ke/dari hidung)

Dalam beberapa hadits dijelaskan bahwa Rasulullah senantiasa melakukan
istinsyâq sebanyak tiga kali setiap berwudhu, dan beliau juga menekankan
untuk melakukan istinsyâq pada setiap wudhu.
"Hendaknya menghirup air ke hidung kemudian mengeluarkannya kembali." (HR.
al-Bukhari dan Muslim)
Tidak hanya itu, dalam beberapa hadits Rasulullah juga menganjurkan untuk
menyempurnakan istinsyâq. "Bersungguh- sungguhlah dalam berwudhu,
menyela-nyela jari jemari dan menyempurnakan istinsyâq, kecuali orang yang
sedang berpuasa." (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Hidung adalah sebuah penyaringan alami, ia berfungsi untuk menyaring udara
yang masuk ke dalam paru-paru. Seperti yang telah kita ketahui bahwa
pernapasan yang sehat adalah pernapasan yang melalui hidung, salah satu dari
panca indera yang terdiri dari tulang rawan dilapisi oleh selaput tipis
berstruktur sel yang menghasilkan lendir (ingus) dari dalam. Bagian hidung
dilengkapi dengan bulu-bulu khusus yang lengket dan lekat. Bulu-bulu
tersebut bekerja sebagai pembatas sekaligus penyaring debu dan materi-materi
yang mengandung berbagai macam bakteri dari dalam. Bulu-bulu hidung tersebut
terdiri dari rambut lembut dan rambut pembuluh darah yang bekerja untuk
membasahi udara dan mengatur derajat kadar panas pada saat manusia menarik
napas sebagai persiapan masuknya udara ke dalam rongga tenggorokan dan
dilanjutkan ke dalam paru-paru.
Berbagai jenis penyakit bisa menular melalui pernapasan dan atau pembicaraan
di tempat-tempat yang sesak dan kerumunan manusia, jika ada diantara mereka
ada yang sedang menderita influenza, dipteri (penyakit tenggorokan) , radang
kelenjar beguk, sakit pada alat-alat pencernaan, dan penyakit lainnya yang
dapat menularkan kuman penyakit melalui hidung, tenggorokan, kemudian menuju
ke bagian dalam tubuh.
Dari sini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa rutin melakukan istinsyâq
setiap kali berwudhu dapat membantu manusia membersihkan kuman dan
bakteri-bakteri secara maksimal sehingga jumlah bakteri yang tersisa sampai
pada batas minimal.
Ketika kita melakukan istinsyâq di setiap wudhu, kurang lebih selama tiga
jam hidung kita akan bersih dari berbagai macam bakteri dan virus yang
menempel di atas permukaan kulit hidung bagian dalam. Selain itu, istinsyâq
juga dapat menghilangkan sisa-sisa kotoran yang berada di bagian luar lubang
hidung.
Oleh karena itu, istinsyâq adalah cara sangat tepat untuk memberi
perlindungan dari berbagai macam penyakit yang membahayakan, seperti TBC
paru-paru, polio pada anak-anak, dan lain sebagainya.

Keutamaan Menjaga Istinsyâq

Tim peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Alexandria bekerja sama
dengan bidang peneliti kesehatan dan obat-obatan di Akademi Penelitian
Ilmiah dan Teknologi mengadakan sebuah penelitian intensif untuk mempelajari
sekaligus mengungkap rahasia hubungan antara wudhu dan kesehatan. Dari hasil
penelitian tersebut, mereka menemukan fakta bahwa mayoritas bagian dalam
hidung orang yang tidak pernah berwudhu warna hidungnya cenderung kepucatan,
berminyak. Debu serta kotoran akan mengendap di dalam hidung, sehingga bisa
menimbulkan kerusakan pada bulu hidung. Di samping itu, lubang hidung akan
cenderung lengket, pekat, bulu-bulu hidung akan saling menempel, berdebu,
dan akan mudah rontok.
Orang Islam yang senantiasa menjaga wudhunya, bagian permukaan hidung akan
bersih, terhindar dari debu serta kotoran yang menempel, terlihat lebih
bersinar, dan bulu hidung akan terhindar dari kerusakan.
Hasil penelitian terhadap kuman dengan menggunakan mikroskop membuktikan
bahwa bagian dalam hidung seseorang yang tidak pernah melakukan shalat
(tidak pernah berwudhu) terdapat berbagai macam bakteri dan kotoran. Di
dalam hidung mereka terdapat bermacam-macam bakteri dalam jumlah yang sangat
banyak. Bakteri-bakteri tersebut akan mudah masuk ke dalam paru-paru, di
antaranya adalah deftroid, brutius, dan kalbasela. Kuman dan bakteri yang
mendominasi bagian dalam hidung orang yang tidak pernah berwudhu ini tidak
terdapat pada tubuh orang yang senantiasa melakukan ritual wudhu. Hidung
mereka cenderung lebih bersih, hanya ada sedikit bakteri yang tersembunyi
dan akan segera hilang setelah mereka mempraktikkan tata cara istinsyâq
dengan baik.
Hasil dari penelitian ilmiah ini menemukan kelebihan lain dari wudhu, yaitu
rahasia di balik pensyariatan istinsyâq yang diajarkan oleh Rasulullah.
Bahwa istinsyâq adalah cara yang terbaik untuk membersihkan bagian dalam
hidung. Karena setelah beberapa jam dari waktu kita membersihkan hidung,
kotoran dan kuman akan kembali lagi mengisi rongga hidung kita sehingga kita
harus terus menerus mengulangi permbersihan hidung. Dan ternyata waktu yang
tepat untuk membersihkan hidung kita kembali tersebut sangat cocok dengan
pengaturan waktu pelaksanaan shalat lima waktu.

Membasuh Wajah dan Dampaknya Terhadap Kesehatan

Wajah manusia ibarat cermin, ia dapat memantulkan kondisi kejiwaan, fisik,
dan kesehatan seseorang. Wajah juga bisa menjadi menjadi gambaran
keistimewaan pemiliknya. Melalui wajah seseorang mengekspresikan penerimaan
atau penolakan terhadap sesuatu.
Dalam sebuah hadits, Barra' ra. meriwayatkan,
"Rasulullah n adalah orang yang paling bagus wajahnya." (HR. al-Bukhari dan
Muslim)
Rasulullah memerintahkan untuk membasuh wajah sebanyak tiga kali setiap kali
berwudhu, berarti selama satu hari seorang muslim membasuh wajah sebanyak
lima belas kali untuk melaksanakan shalat lima waktu (ni bagi yang shalat
lho...). Jumlah basuhan ini cukup untuk menjaga kebersihan wajah dan
menghilangkan sisa-sisa debu yang menempel pada kulit wajah sebelum debu
tersebut berkumpul dan tercampur berbagai macam bakteri. Dengan demikian,
kebersihan mata juga terjaga sehingga dapat terhindar dari penyakit radang
mata, trakhoma, katarak, dan berbagai macam penyakit mata lainnya.
Membasuh wajah secara rutin setiap hari akan menstimulasi sel pada kulit
wajah sehingga kulit wajah lebih halus, kuat, elastis dan tidak lembek.
Selain dapat menambah energi dan semangat hidup tinggi, wajah terlihat
cerah, dan dapat mencegah serta menghilangkan kerutan-kerutan pada kulit
wajah (jadi wudhu bisa dukata obat awet muda ya ;D?!)
Itu di dunia. Di akhirat? Ni balasannya:
"Sesungguhnya pada hari kiamat umatku dipanggil dalam keadaan wajah yang
putih berseri karena bekas wudhu. Barangsiapa di antara kalian yang mampu
untuk memperbesar cahayanya, hendaklah ia melakukannya (dengan banyak
berwudhu)." (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Wallahua'lam.

8 Najis dan Cara Menyucikannya

Hal – hal yang terdapat dalil tentang kenajisan serta cara menyucikannya
adalah :

*1. Air seni.*

Dari Anas ra., "*Seorang Arab Badui buang air di Mesjid, lalu segolongan
orang menghampirinya. Rasulullah SAW lantas bersabda, 'Biarkanlah ia jangan
kalian hentikan kencingnya'".* Lalu Anas ra. melanjutkan, *"Tatkala ia sudah
menyelesaikan kencingnya, beliau SAW memerintahkan agar dibawakan setimba
air lalu diguyurkan di atasnya" *(HR. Al Bukhari no. 6025 dan Muslim no.
284)

[Secara umum, zat untuk membersihkan diri dari najis adalah dengan
menggunakan air, kecuali syariat membolehkan membersihkannya dengan selain
air, seperti menggunakan tanah]

Adapun cara menyucikan pakaian yang terkena kencing bayi yang masih menyusu
adalah sebagaimana sabda Rasulullah SAW, *"Air kencing bayi perempuan
dicuci, sedangkan air kencing bayi diperciki"* (HR. An Nasa'i I/158 dan Abu
Dawud no. 372, di*shahih*kan oleh Syaikh Albani dalam *Shahih Sunan an
Nasa'i* no. 293)

*2. Kotoran manusia.*

Dari Hudzaifah ra., Rasulullah SAW bersabda, *"Jika salah seorang diantara
kalian menginjak al adzaa dengan sandalnya, maka tanah adalah penyucinya"* (HR.
Abu Dawud no. 381, di*shahih*kan oleh Syaikh Albani dalam *Shahih Sunan Abi
Dawud* no. 834)

*Al Adzaa* adalah segala sesuatu yang engkau merasa tersakiti olehnya,
seperti najis, kotoran dan sebagainya *('Aunul Ma'buud* II/44).

*3. Madzi.*

Madzi adalah cairan bening, encer dan lengket yang keluar ketika naiknya
syahwat. Dialami pria maupun wanita.

Ali ra. berkata, *"Aku adalah laki – laki yang sering keluar madzi. Aku malu
menanyakannya pada Nabi SAW karena kedudukan putri beliau. Lalu kusuruh al
Miqdad bin al Aswad untuk menanyakannya. Beliau SAW bersabda, 'Dia harus
membasuh kemaluannya dan berwudhu'"* (HR Al Bukhari no. 132 dan Muslim no.
303)

*4. Wadi*

Wadi adalah cairan bening dan kental yang keluar setelah buang air. Dari
Ibnu Abbas ra., ia berkata, *"Mani, wadi dan madzi. Adapun mani maka wajib
mandi. Sedangkan untuk wadi dan madzi beliau SAW bersabda,*

*'Basulah dzakar atau kemaluanmu dan wudhulah sebagaimana engkau berwudhu
untuk shalat'"* (HR. Abu Dawud dan Al Baihaqi I/115, di*shahih*kan oleh
Syaikh Albani dalam *Shahih Sunan Abi Dawud* no. 190)

*5. Kotoran hewan yang tidak halal dimakan dagingnya.*

Dari Abdullah ra., ia berkata, "*Ketika Nabi SAW hendak buang hajat, beliau
berkata, 'Bawakan aku 3 batu'. Aku menemukan dua batu dan sebuah kotoran
keledai. Lalu beliau mengambil kedua batu itu dan membuang kotoran tadi lalu
berkata, '(Kotoran) itu najis'"* (HR. Ibnu Majah, di*shahih*kan oleh Syaikh
Albani dalam *Shahih Sunan Ibnu Majah*no. 2530)

*6. Darah haidh*

Dari Asma' binti Abi Bakar ra. ra, ia berkata, "*Seorang wanita datang
kepada kepada Nabi SAW lalu berkata, 'Baju seorang diantara kami terkena
darah haidh, apa yang ia lakukan ?'*

*Beliau SAW bersabda, "Keriklah, kucek dengan air, lalu guyurlah. Kemudian
shalatlah dengan (baju) itu'"* (HR. Al Bukhari no. 307 dan Muslim no. 291)

*7. Air liur anjing.*

Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah SAW bersabda, *"(Cara) menyucikan bejana
salah seorang diantara kalian jika dijilat anjing adalah membasuhnya tujuh
kali. Yang pertama dengan tanah"* (HR. Muslim no. 276)

*8. Bangkai*

Yaitu segala sesuatu yang mati tanpa disembelih secara syar'i. Dasarnya
adalah sabda Rasulullah SAW, *"Kulit bangkai apa saja jika disamak, maka ia
suci"* (HR. Ibnu Majah, Ahmad dalam *Al Fathur Rabbani*no. 49, At Tirmidzi
no. 1782, Ibnu Majah no. 3609 dan An Nasa'iVII/173, dari Ibnu Abbas ra., di*
shahih*kan oleh Syaikh Albani dalam *Shahih Sunan Ibni Majah* no. 2907)

Maraji :

*Panduan Fiqh Lengkap Jilid 1*, Abdul 'Azhim bin Badawi Al Khalafi, Pustaka
Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Jumadil Akhir 1426 H/Juli 2005 M.

Catatan :
Jika suatu benda terkena najis dan dibiarkan kering serta bekas najisnya
hilang maka benda itupun menjadi suci kembali sebagaimana hadits dari Ibnu
Umar ra., ia berkata, *"Pada zaman Rasulullah SAW, banyak anjing yang
kencing dan berlalu lalang di dalam mesjid. Mereka tidak mengguyurkan air
sedikit pun di atasnya"* (HR. Bukhari no. 174 secara *mu'allaq* dan Abu
Dawud no. 37

Jumat, 30 Oktober 2009

Budaya Malu

*Bangsa Indonesia* adalah bangsa yang beradab dan mempunyai norma dan etika
yang tinggi. Bahkan bangsa ini termasuk ke dalam katagori bangsa yang
mempunyai peradaban tinggi, terlihat dari muamalah yang dilakukan
masyarakatnya yang mempunyai tradisi dan kebudayaan daerah yang
berbeda-beda. Mereka mampu hidup rukun, damai, penuh rasa saling menghargai
dan toleransi.

Namun dibalik itu, harus jujur kita akui bahwa bangsa Indonesia
termasuk kategori bangsa yang memiliki kecakapan luarbiasa untuk melupakan
hal-hal yang sebenarnya sangat signifikan mempengaruhi kehidupan kita. Orang
menyebut kita bangsa yang mengalami amnesia dengan stadium yang sangat
merisaukan. Kalau harus diukur dengan bentangan angka-angka, maka sudah tak
berbilang berapa jumlah peristiwa bersejarah lalu-lalang di hadapan kita
begitu saja. Peristiwa yang membanggakan atau peristiwa tragis yang
meluluhlantakkan perikehidupan manusia. Kini mari bersikap jujur, benarkah
peristiwa-peristiwa ini telah menanam kesan yang kuat dalam diri dan hati
sehingga mampu mengubah prilaku buruk kita?
Kalau terjadi peristiwa dan tragedi alam, seperti bencana alam
Tsunami di Aceh dan gempa bumi di Balakot dan Mudzafarabad bisa jadi kita
akan berkilah, itu semata kodrat dan takdir Allah. Tetapi bagaimana dengan
tindakan-tindakan destruktif akibat *negative behavior* (*Su-ul Khuluq*)
yang dilakukan sebagian anak bangsa. Kini, pilar-pilar demokrasi, politik,
hukum serta sosial akan segera runtuh karena kian derasnya tindak pidana
korupsi yang dilakukan secara terang-benderang. Tindakan korupsi ini, begitu
kuat tertanam, sehingga untuk --jangankan memberantasnya-- mencegah pun akan
kesulitan dilakukan oleh siapa pun, apalagi kalau kita hanya berpangku
tangan dan cuma mengandalkan tangan-tangan pemerintahan.
Lantas, alat penakut semacam apa yang bisa membuat para koruptor
jera? Rasanya akan sulit menemukan alat paling tepat untuk mengembalikan
para koruptor ke jalan yang benar. Sebab, sedari awal Baginda Rasul sudah
mewanti-wanti umatnya soal bahaya korupsi bagi tegaknya pilar-pilar
kehidupan. Dari *saking* bahayanya, Rasulullah mengancam para koruptor
--salah satu bentuk tindakannya adalah menyuap dan menerima suap-- ini
dengan jilatan api neraka. *Ar-Roosyi Wal Murtasyii Finnaar*; pemberi suap
dan penerima suap sama-sama di neraka.
Kalau neraka saja, bukan alat penakut buat mereka, lantas alat
apa yang pantas kita siapkan? Rasanya sulit menemukan jalan paling tepat
kecuali kita berharap lahirnya kecerdasan spiritual bagi bangsa tercinta
kita.
Asal muasal tindakan korupsi sebenarnya berawal dari rasa iri,
dengki, dan hasad terhadap sesama manusia serta adanya rasa *hubud
dunya*(cinta dunia). Seorang pendengki tidak akan bisa hidup tenang
kalau
menyaksikan tetangganya bergelimang karunia. Hitungan detik dalam hidupnya,
hanya memikirkan tetangganya dengan hati yang mendongkol, sementara tetangga
yang menjadi objek sifat irinya dapat tidur nyenyak. Masih bagus kalau dia
berharap nikmat serupa tanpa mengusik ketenangan tetangganya. Bila sifat
dengki, iri, hasad dan *hubud dunya* sudah jauh merasuk ke dalam jiwa, maka
harapannya cuma satu; bagaimana caranya nikmat itu bisa hilang atau
tetangganya pergi jauh dari lingkungannya. Kalau rasa iri begitu dalam
menghunjam dalam dirinya, maka ia akan mengambil cara apa pun agar bisa
memperoleh kakayaan. Maka lahirlah tindakan suap, sogok, dan akhirnya
melakukan tindak korupsi.
Pantaslah kalau Al-Quran menyebut perbuatan korupsi ini sebagai
*al-fasad* (yang merusak dan menghancurkan), yang layak dihukum dengan
hukuman yang seberat-beratnya; seperti dihukum mati, disalib, dipotong
tangan dan kakinya dengan timbal balik, atau dibuang dari negeri tempat
kediamannya, sebagaimana dikemukakan dalam al-Qur'an Surat al-Maidah ayat
33-34:
*إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ
فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ
أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلَافٍ أَوْ يُنفَوْا مِنْ الْأَرْضِ ذَلِكَ
لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنيَا وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ
(المائدة33) إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا مِنْ قَبْلِ أَنْ تَقْدِرُوا عَلَيْهِمْ
فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (المائدة34)*
"Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan
Rasul-Nya dan membuat kerusakan *(al-fasad)* di muka bumi, hanyalah mereka
dihukum mati atau disalib, dipotong tangan dan kakinya secara menyilang,
atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai)
suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat nanti mereka
memperoleh siksaan yang besar. Kecuali orang-orang yang taubat (di antara
mereka) sebelum kamu dapat menguasai (menangkap) mereka; maka ketahuilah
bahwasanya Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang."
Adalah wajar dan sah-sah saja apabila setiap manusia (apa pun
posisi, jabatan, pekerjaan, dan keahliannya) mencintai harta. Ini karena ia
merupakan hal yang bersifat fitrah dan naluriah, bahkan menjadi sunnatullah
dalam kehidupan manusia, sebagaimana dinyatakan dalam al-Qur'an Surat Ali
Imron ayat 14:
*زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنْ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ
وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنْ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ
الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ
الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ (آل عمران14)*
"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang
diingini, yaitu: wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas,
perak, kuda pilihan (kendaraan mewah), binatang-binatang ternak, dan sawah
ladang, dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik."
Akan tetapi, hal tersebut akan menjadi sangat berbahaya bagi
kehidupan manusia, apabila berubah menjadi *hubbud dunya * (kecintaan yang
berlebih-lebihan kepada harta dunia), yang menjadikan dunia sebagai tujuan
akhir dan menghalalkan segala macam cara untuk mendapatkannya. Rasulullah
SAW menyebutkan *hubbud dunya* itu sebagai fitnah terbesar bagi umatnya,
sebagaimana dinyatakan dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim, Beliau
bersabda: "Setiap umat memiliki fitnah dan ujian, dan fitnah terbesar bagi
umatku adalah harta dunia."

Jika tidak dikendalikan dengan keimanan yang kuat, *hubbud dunya
* ini akan selalu menimpa pada setiap orang, karena memang dunia itu adalah
sesuatu yang indah, lezat, dan menggiurkan. Dalam hadits lain riwayat Imam
Bukhari, Rasulullah SAW bersabda pula: "Sesungguhnya harta dunia ini adalah
ibarat tanaman yang hijau (yang sangat menarik) dan terasa manis. Harta
dunia akan menjadi sebaik-baiknya sahabat bagi kehidupan seorang Muslim,
jika mendapatkannya dengan cara yang benar dan memanfaatkannya dengan cara
yang benar pula, seperti untuk menegakkan agama Allah, menolong dan membantu
anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnu sabil (orang yang kehabisan
bekal dalam perjalanannya). Dan barangsiapa yang mendapatkannya dengan cara
yang tidak benar, maka ibarat orang yang makan tetapi tidak pernah merasa
kenyang, dan kelak akan menjadi saksi pada hari kiamat (yang memberatkan)."
Banyaknya kalangan yang jatuh dan bertekuk lutut pada
pelukan *hubbud
dunya*, di samping karena indah, manis, dan lezatnya, juga karena ada
anggapan bahwa fitnah dan ujian itu hanyalah dengan sesuatu yang dianggap
menyakitkan, seperti kelaparan, kemiskinan, kekurangan dan menderita sakit.
Sedangkan, pangkat, jabatan, kedudukan harta, ilmu pengetahuan, kesehatan,
dan popularitas bukan dianggap ujian dan cobaan, tetapi adalah semata-mata
kenikmatan dan karunia. Oleh karena itu banyak orang yang tidak hati-hati
ketika mendapatkannya, bahkan cenderung lupa daratan. Padahal Allah SWT
sudah mengingatkan hal ini dengan firman-Nya pada al-Qur'an Surat Al-Anbiya
ayat 35:
*كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ
فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ (الأنبياء35)*
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan
keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya
kepada Kamilah kamu dikembalikan."
Ketika mengomentari ayat tersebut (QS Al Anbiya: 35), Sayyid
Quthb dalam Tafsir Fi Dzilalil Qur'an, menyatakan adalah tidak perlu
penjelasan yang rinci jika fitnah dan ujian dalam bentuk hal-hal yang
menyakitkan, karena hampir setiap orang pasti memahami dan menyadarinya.
Tetapi, terhadap bentuk ujian dengan hal-hal yang dianggap baik dan
menyenangkan perlu terus menerus dikumandangkan dan disosialisasikan, karena
banyak orang yang tidak menyadarinya. Banyak orang yang *kufrun
ni'mah*(tidak memanfaatkan anugerah Allah untuk kemaslahatan bersama)
dan kemudian
memanfaatkannya untuk kepentingan diri sendiri. Akibatnya, orang tersebut
menderita selama-lamanya (di dunia maupun di akhirat), walaupun pada mulanya
seolah-olah mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan.
Kapankah sifat iri, dengki, hasad, *hubud dunya* mengantarkan
seseorang kepada tindakan durjana ini? Kalau rasa malu sudah merasa malu
tinggal dalam diri seseorang yang memiliki sifat-sifat rendah tersebut. Ia
sudah tidak mamiliki rasa malu untuk berbuat apa saja asal harapannya
tercapai. Kalau rasa malu sudah hilang tak tersisa, maka semua jalan yang
telah disyariatkan agama pun akan ia langgar. Hatinya tak akan pernah luluh
meski berpanjang-pancang tiang firman Allah dihunjamkan ke hatinya. Kalau
rasa malu sudah hilang tandas, maka Tuhan juga akan dengan cepat ia
tanggalkan. Semua kisi-kisi hatinya dipenuhi kegandrungan terhadap dunia,
harta didapat dengan cara-cara yang tidak halal. Ia berani menentang Tuhan,
seakan-akan Dia tidak pernah ada. Jangan merasa malu terhadap Tuhan, Dzat
yang dia tak mampu mencerna kehadiran-Nya, terhadap keluarganya pun ia tak
akan sanggup mengundang rasa malu bertengger di hatinya.
Di sinilah, ketika alat penakut sudah sulit kita temukan,
mendatangkan rasa malu menjadi sebuah awal yang bagus untuk menghindarkan
seseorang dari tindak pidana korupsi. *Al-Hayaa-u Minal Iman*; (Malu
sebagian dari iman). Bagaimana konsep malu menurut versi Rasulullah? *"Orang
yang ingin malu dengan sebenar-benarnya di hadapan Allah SWT, hendaklah
menjaga pikiran dan hatinya. Hendaklah ia menjaga perutnya dan apa yang
dimakannya. Hendaklah ia mengingat mati dan fitnah kubur."*
Para cerdik pandai selalu mengingatkan kita untuk mampu menjaga
rasa malu agar tetap hidup dalam hati kita dengan cara selalu berlapang dada
untuk berteman dengan orang yang terbiasa dipermalukan. Seorang sufi besar,
Yahya Bin Mu'adz pernah menyitir rasa malu ini dengan begitu indahnya.
Katanya, *"Bagi manusia yang malu di hadapan Allah SWT ketika taat, maka
Allah akan malu ketika ia berbuat dosa."*
Mengundang rasa malu yang sudah terlanjur jauh meninggalkan
kita, memang tidaklah mudah. Betapa dahsyatnya rasa malu ini, sampai-sampai
Tuhan Yang Maha Perkasa sekalipun memiliki sifat tersebut. Menurut Muadz Bin
Jabal ra, sebuah Hadits Qudsi meriwayatkan soal rasa malu Tuhan ini. *"Hamba-Ku
telah berlaku tidak adil terhadap diri-Ku. Ia meminta kepada-Ku, tetapi Aku
malu untuk tidak mengabulkan keinginannya. Padahal ia tidak pernah malu
bermaksiat kepada-Ku."*
Sifat malu sesungguhnya merupakan kunci paling fundamental untuk
menakar tingkat kedekatan seorang hamba kepada Tuhannya. Bila seseorang
sudah tidak punya rasa malu, maka ia akan berbuat apa saja. Serba tegas
untuk menindas, serba sampai hati memeras bawahannya, serba mungkin
memindahkan angka-angka kemiskinan menjadi lembar-lembar dolar ke dalam
rekening pribadi.
Tak adakah rasa malu kepada Allah SWT saat kita sodorkan
lembaran-lembaran mata uang kepada istri kita untuk dibelikan bahan makanan,
tetapi uang tersebut hasil memeras atau hasil korupsi yang akan segera
menjadi darah daging dalam tubuh anak-anak kita? Masihkah tersisa rasa malu
terhadap Allah SWT ketika makanan sudah tersaji, tetapi itu jelas-jelas hak
orang lain? Di tengah-tengah kita, rasa malu tak tersisa lagi. Kalau masih
sadar, malu rasanya kita mengundang kembali rasa malu untuk secara suka rela
bersemayam dalam hati kita karena ia terlanjur malu menghuni rumah yang
menolak kehadiran rasa malu. *"Allah malu menyerahkan Buku Induk Akhirat
kepada hamba-Nya secara berhadap-hadapan karena isinya cuma daftar
dosa-dosa,"* kata Imam al-Qusyairy an-Naishabury dalam bukunya *Ar-Risalah
al-Qusyairiyah* mengutip sebuah Hadits Qudsi.
Apa keuntungan yang bakal kita dapat kalau kita meneguhkan rasa
malu? Abu Sulaiman Ad-Darany berkata, "Allah SWT berfirman: Wahai hamba-Ku,
selama engkau malu di hadapan-Ku, Aku akan membuat manusia lupa
kekuranganmu. Aku akan membuat muka bumi lupa akan dosa-dosamu. Aku akan
menghapuskan dosa-dosamu dari Buku Catatan Induk dan Aku tidak akan meneliti
amalanmu pada Hari Kebangkitan." Para koruptor adalah saudara kita juga.
Mari kita ingatkan mereka bahwa Tuhan Maha Melihat.

*Abdur-Rahim Yunus *
http://www.pesantrenvirtual.com/index.php?option=com_content&task=view&id=1064&Itemid=8

--
Salamun 'ala manittaba al Huda

Senin, 26 Oktober 2009

ALASAN DAN JAWABAN KENAPA WANITA ENGGAN BERHIJAB/KERUDUNG

KE-1 : MENAHAN GEJOLAK SEKSUAL
ALASAN : Kalo pake hijab, nanti kecantikannya ketutup donk, terus laki-
laki yang ingin melihat wajah asli kita, akan menahan nafsunya, kalo
terus ditahan nafsunya itu bisa meledak dan ia melampiaskannya dengan
melakukan pelecehan! Nah, pemecahannya khan, ya kita harus buka hijab,
bener gak ?
JAWAB: Seandainya jalan pemecahan itu benar, tentu Amerika dan negara-
negara barat akan menjadi negara yang paling kecil kasus perkosaan dan
pelecehan terhadap wanita di dunia. Namun pada kenyataannya tidak
demikian, bahkan menurut buku "Crime in USA" terbitan FBI, dikatakan
bahwa setiap enam menit sekali terjadi kasus pemerkosaan disana. Ihhh
seremm…
Jadi, Kepada orang yang masih mempertahankan dan meyakini kebenaran
alasan tersebut, kita bisa mencari jawaban atas kesalahan mereka
melalui 3 hal: Pertama, berbagai data statistik telah mendustakan cara
pemecahan yang mereka tawarkan; Kedua, hasrat seksual terdapat pada
masing-masing pihak, pria dan wanita; Ketiga, yang membangkitkan nafsu
seksual laki-laki adalah tatkala ia melihat kecantikan wanita, baik
wajah, atau anggota tubuh lain yang mengundang syahwat. Jadi itu bukan
alas an lagi, OK

KE-2 : BELUM MANTAP DENGAN HATI
ALASAN : Khan berhijab itu harus dengan hati bicaranya, Ya, kalo
misalnya kata hati saya belum mantap untuk berhijab, gimana?
JAWAB: Ukhti yang berdalih dengan alasan ini hendaknya bisa membedakan
antara dua hal. Yakni antara perintah Allah dengan perintah manusia.
Jika perintah itu datangnya dari manusia, maka bisa salah dan bisa
benar. Adapun jika perintah itu dari Allah, maka tidak ada alasan bagi
manusia untuk mengatakan "saya belum mantap". Bila ia masih mengatakan
hal itu dengan penuh keyakinan bisa saja dikatakan bahwa
keislamannnya juga belum mantap dan itu melanggar ajaran Allah,
padahal ia mengetahui perintah tersebut dari Allah, maka hal tersebut
bisa menyeretnya pada bahaya yang sangat besar, yakni keluar dari
agama Allah, sementara dia tidak menyadarinya. Sebab dengan begitu
berarti ia tidak percaya dan meragukan kebenaran perintah tersebut.
Perintah untuk berhijab/ kerudung (QS: Al-Ahzab: 59)

KE-3 : ALLAH BELUM MEMBERIKU HIDAYAH
TANYA: Sebenarnya aku sich pengen banget pake hijab, tapi kalo Allah
belum memberiku hidayah. Aku mesti gimana?
JAWAB: Ukhti yang berdalih seperti ini telah terperosok dalam
kekeliruan yang nyata. Kami ingin bertanya: "Bagaimana kamu tahu bahwa
Allah belum memberimu hidayah?" Jika jawabannya, "Aku tahu", maka ada
satu dari dua kemungkinan: Pertama, dia mengetahuinya dari ilmu ghaib,
sehingga ia tahu apa yang ada di dalam kitab yang tersembunyi (Lauhul
Mahfuzh). Dia pasti mengetahui pula bahwa dirinya termasuk orang-orang
yang celaka dan bakal masuk Neraka. Kedua, ada makhluk lain yang
mengabarkan tentang nasib dirinya, bahwa dia tidak termasuk wanita
yang mendapatkan hidayah. Mungkin bisa jadi yang memberitahu itu
malaikat, jin atau pun manusia. Namun, ketika jawaban tadi tidak ada
pada dirinya, bagaimana dia tahu Allah belum memberi hidayah?
Hidayah itu datangnya dari Allah, namun kita wajib
berusaha untuk mendapatkannya. Tanpa ada usaha tidak mungkin ada
hasil. Oleh karena itu, kalo masih beralasan seperti ini, itu tidak
masuk akal. Berusahalah untuk mendapatkan hidayah itu.

KE-4 : TAKUT TIDAK LAKU NIKAH
ALASAN : Saya takut, kalau saya pake hijab, nanti nggak laku nikah.
Cowok khan biasanya suka liat fisiknya dulu, wajahnya,
rambutnya, bodinya, segalanya dech! gimana tuch?
JAWAB: Kecantikan memang merupakan salah satu sebab pokok dalam
pernikahan, tetapi ia bukan segalanya sebab. Rosul pernah bersabda,
bahwa wanita dinikahi karena 4 hal: kecantikannya, hartanya, keturunan
dan agamanya. Tapi yang menjadi prioritas adalah agamanya.
Kaum laki-laki tidak hanya melihat unsur kecantikan semata, tetapi ada
hal lain yang menyatu dengan kecantikan yaitu sholeha yang dijadikan
pertimbangan dalam memilih isteri. Bisa jadi sikap gadis yang biasa
memperlihatkan aurat -yang dimaksudkan untuk menawan hati pria-
menjadi bumerang bagi dirinya. Bisa saja tindakan itu malah membuat
para pemuda enggan menikahinya. Sebab mungkin para pemuda beranggapan,
jika wanita tersebut berani melanggar perintah Allah berhijab, tidak
menutup kemungkinan dia akan berani melanggar perintah lain bahkan
suami. Karena setan memiliki banyak kiat. Meskipun terkadang kenyataan
yang ada tidak selalu sesuai dengan pendapat ini, tetapi memang
begitulah keadaan mayoritas pemuda kita di zaman sekarang. Pemuda yang
menyunting gadis ber-hijab, namanya akan menjadi harum, meskipun ia
sendiri tidak termasuk orang-orang yang dinilai ta'at menjalankan
perintah agama.

KE-5 : BELUM DEWASA
ALASAN: Saya belum cukup umur untuk dihijab, hijab khan khusus untuk
orang dewasa!
JAWABAN: Kebanyakan berpendapat bahwa kedewasaan seorang gadis dimulai
saat berumur 20 tahun. Dan menganggap yang dibawah 20 tahun itu masih
anak-anak meskipun ia sudah haid. Padahal itu adalah pendapat yang
keliru. Dalam Islam kewajiban seorang wanita untuk menjalankan
perintah Allah adalah ketika ia sudah baligh (sudah haid dalam usia 9
tahun, atau sempurna umurnya 15 tahun), maka ketika ia sudah baligh,
ia juga bisa dibilang dewasa dan sudah ada kewajibannya untuk
berhijab. Jadi tidak ada alasan lagi kalo usia sudah renta tapi masih
bilang belum dewasa. Dan apakah kamu bisa menjamin umurmu masih
panjang? Coba bayangkan, banyak khan teman-teman kita yang masih belia
tapi sudah mendahului kita. Makanya buruan dech kamu pada insyaf.

KE-6 : GAYA, MENGHALANGI BERHIAS DAN BUKAN HIJAB
ALASAN : Ach, banyak ko wanita yang berhijab malah dia lebih parah
dalam melanggar ajaran agama, misalnya pacaran dan ia menggunakan
hijab hanya untuk gaya, lalu kalo nanti saya berhijab kecantikan saya
tidak bisa dilat orang donk!
JAWABAN : Hijab memang bukan segi penilaian baik buruknya seorang
wanita, namun dengan berhijab setidaknya orang tidak akan berburuk
sangka kepadanya dan cowok juga tidak akan berani menganggunya. Itu
sudah jaminan Allah (coba buka QS. Al-Ahzab: 59) jadi sebaiknya
mengenakan hijab itu bukan untuk mode atau gaya, tapi semata-mata
karena Allah dan kita mesti merasa yakin untuk berhijab karena itu
memang sudah menjadi keharusan. Kalo itu sudah dilaksanakan, maka kita
akan merasa hidup ini teratur dengan aturan Allah tidak seenaknya. Ia
tidak akan berani melanggar perintah Allah termasuk pacaran dan lain-
lain.
Lalu, terlebih dulu patut kita pertanyakan: "Untuk siapa engkau pamer
aurat? Untuk siapa engkau berhias?" Jika jawabannya: "Aku memamerkan
tubuhku dan bersolek agar semua orang mengetahui kecantikan dan
kelebihan diriku," maka kembali kita perlu bertanya: "Apakah kamu
rela, kecantikanmu itu dinikmati oleh orang yang dekat dan yang jauh
darimu?" "Relakah kamu menjadi barang dagangan yang murah, bagi semua
orang, baik yang jahat maupun yang terhormat?" "Bagaimana engkau bisa
menyelamatkan dirimu dari mata para serigala yang berwujud manusia?".
"Maukah, jika dirimu dihargai serendah itu?"
Saudariku, engkau amat mahal dan berharga sekali. Pernahkah terlintas
dalam benakmu, bagaimana seorang pembeli membolak-balik barang yang
ingin dibelinya? Jika ia tertarik dan berniat membelinya, ia akan
meminta kepada sang penjual agar ia diambilkan barang baru sejenis
yang masih tersusun di atas rak. Ia ingin agar yang dibelinya adalah
barang yang belum pernah tersentuh oleh tangan manusia.
Renungkanlah perumpamaan ini baik-baik. Dari sini, engkau akan tahu
betapa berharganya dirimu, yakni jika engkau menyembunyikan apa yang
harus engkau sembunyikan sesuai dengan perintah Allah kepadamu.

SAUDARIKU,
ALASAN APALAGI YANG MENGHALANGIMU UNTUK BERHIJAB ???
KALU BUKAN HARI INI, MAU KAPAN LAGI?
DAN APA BESOK KITA MASIH HIDUP DI DUNIA INI ??? RENUNGKANLAH !

Oleh: Hari Guntara
Semoga kita semua mendapat bimbingan dan karunia dari Allah SWT. Amien